Dalam laporan setebal 37 halaman yang ditulis kelompok peneliti internasional tersebut, mereka mengakui adanya kemungkinan munculnya penyakit ganas ini akibat terstimulasi penggunaan ponsel, terlebih bagi anak-anak.
Kelompok ini pun mendukung pembatasan penggunaan alat komunikasi tersebut di kalangan anak di bawah umur seperti yang telah dijalankan di beberapa negara Eropa yang memiliki perhatian khusus terhadap isu ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilanjutkannya, kehadiran ponsel -- tak bisa dipungkiri -- memang sangat berguna bagi kehidupan manusia. "Namun yang saya takutkan nanti akan terjadi gelombang 'tsunami' tumor otak, meskipun masih terlalu cepat untuk memantaunya sekarang, karena tumor memiliki 30 tahun latensi," jelas Morgan.
Namun kekhawatiran tersebut langsung dibantah oleh kelompok yang mewakili industri wireless dan produsen ponsel. John Walls, Vice President Public Affairs CTIA mengatakan, sejumlah organisasi kesehatan telah menampik isu perangkat wireless yang ditakutkan jadi pemicu tumor.
"American Cancer Society, the National Cancer Institute, the World Health Organization dan the U.S. Food & Drug Administration telah meyakinkan bahwa perangkat wireless aman bagi kesehatan," tegasnya, dikutip detikINET dari Computer World, Jumat (28/8/2009).
(ash/faw)