Inilah yang dialami Twitter. Situs mikroblogging ini harus menelan kekecewaan ketika gagal saat hendak mematenkan kata 'tweet', karena telah'dilangkahi' oleh aplikasi dari pengembangnya.
Pengajuan pematenan yang ia daftarkan pada tanggal 16 April lalu, akhirnya ditolak, meskipun ini belum keputusan final yang dikeluarkan oleh kantor paten Amerika, US Patent & Trademark Office.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata 'tweet' sendiri telah populer di kalangan jutaan pemakai Twitter. Kata ini digunakan sebagai kata kerja untuk mendeskripsikan kegiatan mereka secara online lewat 140 karakter yang disediakan situs tersebut.
Namun sepertinya, Twitter tidak patah arang. Dikabarkan, kini mereka tengah mengajukan permintaan trademark untuk kata yang lain, yaitu 'retweet'. (sha/faw)