Itulah salah satu misi Menristek Kusmayanto Kadiman dalam rangka perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke XIV, di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (10/8/2009).
"Teknologi jangan dibuat ekslusif, dan harus bisa menjadi bagian dari semua masyarakat," tegasnya kepada beberapa wartawan.
Β
KK -- demikian biasa ia disapa -- mengakui saat ini di lapisan masyarakat Indonesia masih beredar mitos bahwa kemajuan teknologi itu hanya bagi segelintir orang. Yakni bagi mereka yang berpendidikan atau mampu secara finansial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, KK berharap teknologi dapat melebur dengan tradisi-tradisi unik di Tanah Air. Namun, bukan berarti kehadiran teknologi ini untuk merusak keaslian dari tradisi tersebut, namun lebih kepada memberi bumbu-bumbu untuk membuatnya menjadi lebih unik.
Beberapa kolaborasi teknologi dan tradisi yang sudah berjalan adalah batik fraktal, yakni cara membuat pola batik dengan rumus-rumus geometri fraktal serta canting elektronik.
Inovasi unik ini pun diyakini KK tak akan mengancam eksistensi para pembuat batik tradisional. Sebab, di beberapa kota sudah ada tempat untuk berlatih menggunakannya. "Loh, kenapa mengancam? Mereka bisa belajar kok. Justru ini untuk membantu mereka dalam menyaingi para pengusaha besar," pungkasnya. (ash/faw)