Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Kuala Lumpur
1001 Tantangan Hadang Implementasi IPv6
Laporan dari Kuala Lumpur

1001 Tantangan Hadang Implementasi IPv6


- detikInet

Kuala Lumpur - Terus menipisnya persediaan IPv4 serta masih banyaknya negara atau operator servis internet yang belum memiliki rencana implementasi IPv6 membuat APNIC menggelar kembali pertemuan. Acara bertajuk INET Asia Regional Conference dengan tema "IPv6 The Next Step" ini digelar di Kuala Lumpur Senin 20 Juli 2009. Bertindak sebagai organisator acara ini adalah lembaga ISOC (Intenet Society) bersama NAV6 (National Advanced IPv6 Centre of Excellence) dan Asia Pasific IPv6 Task Force.

Acara berbentuk panel diskusi ini menghadirkan para pakar dari berbagai negara dan organisasi. Direktur APNIC Paul Wilson, serta Profesor Ma Yan dari China adalah 2 nama yang tak asing dalam sejarah perkembangan internet khususnya IPv6. Hadir juga Lawrence Hughes dari Infoweapon, Phil Roberts dari ISOC serta penulis sendiri, yang sangat beruntung bisa satu panel dengan para expert ini.

Yang menarik dari panel adalah bahwa problem implementasi IPv6 di tiap negara ternyata berbeda-beda. Malaysia misalnya, walau telah didukung dengan support pemerintah yang kuat, namun tenyata perkembangannya belum cukup menggembirakan. Sebut saja untuk perkembangan domain internet yang didaftarkan oleh para ISP di Malaysia, ternyata baru sekitar 17 domain yang didaftarkan/disertifikasikan sebagai domain yang telah IPv6 Ready.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China punya masalah lain, yaitu tidak seragamnya support dari lembaga-lembaga resmi pemerintah terkait implementasi IPv6. Akhirnya Profesor Ma Yan, sebagai leader implementasi Ipv6 di China, menggunakan jaringan akademis dari kampus ke kampus untuk menggerakkan program implementasinya.

Sementara di Indonesia sendiri, walaupun secara teknis sudah banyak ISP yang "IPv6 Ready", namun perlu dukungan dari "top management" untuk segera melaunching migrasinya atau implementasinya baik untuk kebutuhan infrastruktur maupun servis ke customer.

Di akhir panel diskusi ini, didapat kesamaan visi, untuk terus mendorong implementasi IPv6 di masing-masing negara, mengingat stok persediaan IPv4 yang terus menipis. Cek posisi minggu ini, counting down IPv4 menunjukkan hanya 11% saja sisa IPv4 yang masih bisa didistribusikan ke operator internet di seluruh dunia.

Forum sepakat akan melaunching program-program pelatihan untuk menghasilkan lebih banyak expert yang diharapkan berkontribusi pada percepatan implementasi IPv6. Program-program pelatihan ini akan dibiayai dari kerjasama ITU (International Telecomunication Union melalui UUM -Universitas Utara Malaysia), .Mynic (lembaga top level Domain Malaysia), serta NAV6.

Forum juga sepakat mendorong pertemuan-pertemuan dengan audience "top management" dari berbagai kalangan (ISP, Pemerintahan, Swasta), untuk meningkatkan awareness mereka sehingga pada waktunya akan mendorong keluarnya kebijakan yang mensupport implementasi IPv6 di masing-masing negara.

Diharapkan dengan semua "action plan" diatas, akan ada perkembangan yang lebih baik terkait implementasi IPv6 di dunia, khususnya di Asia Pasific.


Penulis, Edwin Purwandesi,Β  adalah Asisten Manager di bagian Pengelola Produk-produk TELKOMNet, PT TELKOM. Edwin juga merupakan Anggota Asia Pasific IPv6 TaskForce.

(ash/ash)







Hide Ads