Dikutip detikINET dari AbcNews, Kamis (9/7/2009), kepolisian menerangkan si remaja sepertinya berhasil mengetahui password para korban. Kemudian ia mengganti password itu sehingga pemilik Facebook yang asli tidak bisa mengaksesnya.
Lewat e-mail, tersangka lalu menghubungi para korban yakni mahasiswi dari Oregon State University dan Washington State University. Para korban bisa mendapat akunnya kembali dengan syarat mereka memberi tersangka foto-foto porno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi akhirnya berhasil membekuk tersangka melalui pelacakan e-mail. Sang remaja berkelit bahwa apa yang dilakukannya hanya iseng-iseng saja. Namun polisi tetap memberlakukan proses hukum terhadapnya.
Pihak Facebook sendiri menanggapi kasus ini dengan serius. "Kami akan bertindak tegas pada siapapun yang melakukan pelecehan cyber," tukas Barry Schnitt dari Facebook. (fyk/faw)