Menurut Gartner, anggaran penyimpanan organisasi pada umumnya tumbuh pada kecepatan 7,7%, sementara anggaran TI secara keseluruhan hanya 2,5%. Pertumbuhan tahunan ini telah menarik perhatian para pengambil keputusan TI untuk melihat mengapa biaya penyimpanan tumbuh tiga kali lebih cepat dibanding biaya lainnya, dan mencari cara untuk mereduksi biaya yang berhubungan dengan penyimpanan informasi sambil memahami lebih baik bagaimana sumberdaya informasi ada dan mengapa.
Sebagian besar departemen TI menanggapi ledakan pertumbuhan data dengan menambahkan lebih banyak perangkat penyimpanan dan disk drive. Tetapi mereka dalam waktu dekat akan menemukan bahwa mengatur kumpulan perangkat menjadi masalah tersendiri karena kompleksitas mengonsumsi sumber daya tanpa sebenarnya mempermudah saat mengakses ataupun menggunakan data.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem Penyimpanan Konservatif
Satu alasan organisasi dapat secara aman bertahan atau berhenti membeli kapasitas penyimpanan tambahan sebagai solusi pertama adalah bahwa sistem penyimpanan umumnya merupakan cara konservatif untuk mengalokasikan penyimpanan. Sebagian besar sistem penyimpanan meminta penggunanya untuk menghitung berapa besar kapasitas yang dibutuhkan oleh sebuah aplikasi pada awal mereka mengonfigurasi, lalu mengalokasikan kapasitas tersebut dan mencegah aplikasi lain agar tidak mengetahui bahwa kapasitas penyimpanan tersebut ada.
Hasilnya adalah, gigabyte demi gigabyte kapasitas penyimpanan yang sudah dibeli tidak digunakan tetapi juga tidak dapat dipakai oleh aplikasi lain meskipun kapasitas tersebut redundan.
Sebuah teknik yang disebut sebagai thin provisioning memungkinkan manajer TI mengambil kembali kapasitas yang tidak digunakan itu dengan memungkinkan aplikasi untuk mengakses kapasitas penyimpanan dan ketika dibutuhkan, daripada hanya selalu mencadangkan ruang tersebut untuk kebutuhan sewaktu-waktu. Thin provisioning memungkinkan organisasi untuk secara instan mendapatkan akses ke ruang penyimpanan yang lebih besar, tanpa perlu menghabiskan dana tambahan untuk perangkat penyimpanan.
Beban Email
Saat ini email merupakan penyebab utama dari permasalahan penyimpanan di organisasi pada umumnya. Tidak hanya volume email yang terus bertambah, tetapi email sering disimpan berkali-kali, di email server, di PC pengguna, di sebuah file Microsoft Exchange atau IBM Lotus Notes, di file server, disimpan di SharePoint, dan di penyimpanan cadangan.
Teknologi Data Archiving dapat membantu meringkankan beban ini, dengan bertindak sebagai online archive untuk item-item yang sudah usang yang dipindahkan dari media simpan aplikasi utama sesuai dengan kebijakan yang berlaku di perusahaan. Data archiving lebih lanjut dapat menurunkan kapasitas data dengan cara menyesuaikan optimalisasi satu kali penyimpanan dan teknologi kompresi.
Cara lain untuk mengakses lebih banyak penyimpanan tanpa perlu membayar biaya tambahan adalah dengan menggunakan teknik yang disebut deduplikasi data. Deduplikasi data mengatasi masalah di mana sebagian besar organisasi membuat kopi yang banyak dari data yang sama.
Untuk mengerti pentingnya deduplikasi, coba perhatikan dua contoh berikut. Jika Anda mengirim email ke sepuluh orang, email server menyimpan sebuah kopi yang terpisah dari email tersebut untuk setiap penerima, meskipun datanya identik. Kedua, pertimbangkan bagaimana dokumen sementara membuat hadirnya ekstra data. Invoice, contohnya, semua memiliki alamat dan detail bisnis lainnya. Jika Anda mengirim 1000 invoice dalam sebulan, Anda menyimpan data yang sama 1000 kali dalam sebulan.
Deduplikasi dapat mengatasi kedua masalah ini. Jika sebuah organisasi menyimpan file yang sama berkali-kali, software deduplikasi akan menghapus kopi ekstra dari file tersebut dan menyimpan satu versi yang tersedia untuk seluruh pengguna yang membutuhkannya. Untuk invoice, deduplikasi dapat membereskan data yang muncul di beberapa file untuk menghemat kapasitas penyimpanan, dan memasukannya kembali ketika seorang pengguna membuka file.
Dalam banyak kasus, deduplikasi dapat mereduksi jumlah data yang disimpan sebanyak lebih dari 50%. Jika organisasi mengaplikasikan teknologi ini pada data yang sudah ada, mereka bisa mengosongkan ruang di sistem penyimpanan yang ada dan menunda, atau bahkan menghindari, kebutuhan untuk membeli ruang simpan baru.
Manajemen Sumber Daya Penyimpanan
Cara ketiga untuk menghindar dari membeli lebih banyak perangkat keras penyimpanan adalah dengan berusaha untuk memahami di mana data berada dan mengotomatisasi penyimpanannya pada perangkat yang paling tepat dan efektif dari sisi biaya.
Untuk mengerti alasannya, pertimbangkan bahwa banyak organisasi membutuhkan perangkat penyimpanan yang cepat, bertenaga, dan mahal yang dapat menangani kebutuhan akan aplikasi transaksional seperti database, tetapi kemudian menggunakan perangkat tersebut untuk menyimpan file-file yang jarang dibuka atau untuk menyimpan backup yang umum. Jadi, ketika mesin cepat tersebut dipenuhi oleh data, menambahkan kapasitas tambahan merupakan tindakan yang sangat mahal.
Pendekatan yang lebih cerdas adalah menggunakan perangkat penyimpanan yang cepat dan canggih tersebut hanya untuk data yang membutuhkan perangkat sekuat itu dan menggunakan tool berbasis kebijakan untuk mengidentifikasi data yang jarang digunakan serta mengotomatisasi transfer ke hardware yang lebih murah.
Pendekatan ini disebut sebagai teknologi Storage Resource Management dan itu bisa membantu organisasi membuat pengujian dan menyediakan gambaran lingkungan penyimpanan seluruh perusahaan, yang mampu mengidentifikasi area permasalahan dan mengonsolidasikan peluang, sambil membuat daftar prioritas dari solusi.
User biasanya tidak keberatan ketika hal ini terjadi: mereka siap untuk menunggu beberapa detik saat sistem penyimpanan yang lebih lambat mengakses sebuah file yang mereka buat enam bulan lalu. Tetapi Chief Financial Officer sangat gembira karena mereka tidak perlu lagi diminta untuk membayar lebih untuk perangkat penyimpanan setelah kapasitas simpan dikosongkan.
Secara bersamaan, thin provisioning, deduplikasi data, manajemen sumber daya penyimpanan, dan data archiving bisa membuat organisasi menghemat banyak uang dengan membebaskan kapasitas dan menghapuskan kebutuhan untuk membeli perangkat penyimpanan baru.
Ini bukan berarti bahwa organisasi tidak akan perlu membeli perangkat penyimpanan lagi. Sejalan dengan waktu, perkembangbiakan data yang tidak ada habisnya berarti bahwa organisasi suatu saat akan tetap perlu membeli kapasitas penyimpanan yang baru.
Tetapi, menggunakan teknik-teknik di atas memastikan organisasi menghabiskan lebih sedikit biaya untuk penyimpanan dan hanya perlu membeli kapasitas ketika mereka telah mengoptimalkan secara penuh kapasitas yang telah mereka miliki. Dan itu sangat masuk akal untuk seluruh siklus bisnis.
Keterangan: Penulis adalah John Lee, director, Channel & Alliance, Asia South Region & country director Symantec Indonesia.
(ash/ash)