Seorang mantan pejabat pemerintahan Amerika Serikat --yang bertugas di era George W. Bush-- membuat komentar mengejutkan. Pendiri Twitter disebut layak mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian. Adalah pejabat bernama Mark Pfeifle, mantan Deputy National Security Advisor untuk mantan Presiden AS George W. Bush yang mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan FoxNews. Dikutip detikINET dari TechCrunch, Selasa (23/6/2009), Pfeifle menganggap pendiri Twitter punya peran dalam menangani krisis di Iran.
Menurut Pfeifle Twitter memiliki peran besar dalam menyebarkan pesan-pesan ke rakyat Iran selama rusuh pasca pemilihan Presiden. Ia menyebut Twitter, Facebook, Flickr dan YouTube sebagai yang berjaya dalam krisis tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentunya konteks Pfeifle adalah setengah bercanda. Namun di sisi lain Pfeifle seperti ingin mengatakan bahwa peran internet dalam menyebarkan informasi di Iran tidak bisa disepelekan lagi.
Menurut Pfeifle perkembangan media dari jejaring sosial mampu memberikan suara pada pihak yang sebelumnya dibungkam. "Pada tanggal 17 (Juni 2009) saja ada 221.000 tweet soal Iran, 3.000 video di Youtube. Ini mengagumkan," ia memaparkan. (wsh/wsh)