Mereka berontak karena menilai kebijakan pemerintah China tersebut tidak tepat. Berbagai alasan dikemukakan agar pemerintah meninjau ulang mandat yang memiliki tenggat waktu 1 Juli itu.
Sebagian kalangan mengkhawatirkan kehadiran software tersebut akan bertubrukan dengan sistem operasi, atau justru bisa menyebabkan komputer crash.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemaksaan untuk menginstal software penyaring malah akan memperburuk masalah yang ada," begitu pernyataan yang dimuat di sebuah editorial di The Wuhan Evening News, seperti yang dilansir detikINET dari NYTimes, Jumat (12/6/2009).
Memang benar, terbukti sejumlah masalah timbul setelah diadakan tes pemasangan software bernama Green Dam ini.
Seorang guru misalnya, mengeluhkan masih ada foto porno terselip, sedangkan di sisi lain seseorang tidak bisa menemukan foto hewan babi. Eksekutif komputer dari Amerika malah menyatakan software ini berdampak pada sistem operasi komputer dan program-program lainnya.
Sayang sekali, sepertinya dana US$ 6 juta yang dikeluarkan pemerintah untuk program ini belum bisa mencapai tujuan yang diinginkan.
"Orang-orang akan selalu menemukan cara untuk menerobos kontrol ini. Sayang sekali, pemerintah menghabiskan dana sebesar itu untuk membangunnya," ujar Wang Xiaofen, seorang blogger. (sha/faw)