Dengan fasilitas ini, tentunya calon penumpang bisa mempertimbangkan untuk naik bus TransJ atau tidak karena kepadatan di halte bisa dipantau.
"Kalau Haltecam itu sudah lama dipasang, cuma baru connect sekarang. Baru uji coba," kata Asisten Manajer Pengendalian Busway, Bano Yogaswara, kepada detikcom, Jumat (29/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bano, kamera CCTV itu mulai dioperasikan di 10 halte TransJ koridor I. Uji coba ini akan berlangsung selama 3 bulan sebelum nantinya semua halte akan dipasangai kamera serupa.
Bagi pengelola, lanjut Bano, CCTV itu berguna untuk memantau perkembangan penumpang di tiap halte. Dengan lensa yang diarahkan ke kasir, dapat diketahui jumlah penumpang keluar-masuk, yang biasanya selalu dihitung secara cermat.
"Kemudian juga memantau pintu menunggu misalnya di Blok M atau yang mau ke Kalideres (Halte transit Harmoni). Haltecam itu memonitor langsung halte-halte itu untuk meningkatkan pelayanan," kata Bano.
Tidak hanya melalui komputer, suasana halte TransJ itu juga dapat dilihat calon penumpang melalui handphone. "Tapi tentunya HP yang punya jaringan GPRS," pungkasnya.
(irw/ash)