Dikutip detikINET dari AFP, Jumat (15/5/2009), dalam video berdurasi 10 menit itu, si pria mengeluarkan berbagai komentar serangan yang ditujukan pada kaum Yahudi. Tempat merekam video berada di wilayah Perth, Australia.
Karl O'Callaghan selaku komisioner polisi setempat pun menyatakan pihaknya sudah menghubungi YouTube untuk segera menghapus video yang dimaksud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, dia juga berbicara di depan kamera sambil menyemprotkan nada ancaman pada kaum Israel tersebut. "Hari-hari kalian hampir berakhir," demikian salah satu komentarnya.
Alhasil atas tindakan tersebut, dia pun menghadapi ancaman hukuman hingga 14 tahun penjara. (fyk/faw)