Penempatan GPS secara ilegal ini dilakukanΒ 21 Desember 2005. Saat itu investigator polisi negara bagian merangkak ke bawah van Weaver yang sedang diparkir di pinggir jalan dan menempatkan Q-ball, nama GPS tersebut ke dalam bumper.
Tidak jelas alasannya kenapa Weaver sampai dimatai-matai dengan GPS. Diduga dia pernah terlibat dalam dua kali percobaan pencurian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di meja hijau, terdapat tiga opini berbeda mengenai hal tersebut. Para juri berdebat mengenai benar tidaknya penggunaan GPS sebagai alat pelacak. Kasus ini menjadi penting karena akan menjadi patokan bagi polisi-polisi lokal hingga negara bagian.
(faw/faw)