Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kapok, KPU Tinggalkan ICR Saat Pilpres

Kapok, KPU Tinggalkan ICR Saat Pilpres


- detikInet

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuding rumitnya kinerja Intelligent Character Recognition (ICR) sebagai penyebab kegagalan tabulasi online di Hotel Borobudur.

Perangkat mahal berharga Rp 25 juta per unit yang semula dibanggakan KPU ini sekarang jadi kambing hitam. Karena itu pada Pilpres nanti alat pemindai itu takkan dipakai. "Tidak menggunakan ICR lagi, karena sudah bermasalah," tutur Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari.

Hal ini disampaikan Hafiz seusai sosialisasi KPU kepada parpol terkait peraturan KPU mengenai pilpres, di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun demikian, menurut Hafiz, tabulasi nasional secara online masih dimungkinkan akan digelar pada pilpres nanti. "Kalau saya diadakan saja, tapi akan tetap harus dibenahi," ujar Hafiz.

Hafiz juga menjelaskan rencana pemindahan perangkat IT yang digunakan di pusat tabulasi nasional pemilu 2009 yang digelar di Hotel Borobudur. "Di Borobudur akan dipindahkan bertahap, mudah-mudahan hari ini selesai, karena kontraknya sudah habis," imbuh Hafiz.

Menurut Hafiz, selain ICR yang kurang oke, kurangnya operator di daerah juga menyebabkan terlambatnya pengiriman data scanning. "Kesalahan karena operator di daerah di samping jumlahnya sedikit juga kurang pintar," tutur Hafiz.

Hafiz menuturkan, perhitungan online dilanjutkan di media center KPU sampai 9 Mei 2009.

(nrl/wsh)







Hide Ads