Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Qatar
Mau Cari Kerja? SMS Saja!
Laporan dari Qatar

Mau Cari Kerja? SMS Saja!


- detikInet

Doha, Qatar - Beberapa catatan menarik yang saya peroleh dari Conference ICT untuk Pembangunan di Qatar antara lain adalah Bill Gates dari Gates Foundation hadir dan sempat memberikan pandangannya.

Beberapa hal yang penting dari pandangan Gates adalah (1) membantu sesama sangat penting bagi kita semua karena akan menyelesaikan masalah kita semua baik untuk pribadi maupun lingkup yang lebih besar. (2) Dua isu besar umat manusia adalah makanan dan kesehatan.

Membantu pada bidang tersebut secara tepat, sebagai contoh, kesehatan balita dan menurunkan tingkat kematian balita, akan sangat membantu umat manusia. Dan (3) komputer bukan solusi utama untuk pedesaan dan rural. Ponsel akan menjadi sangat strategis bagi wilayah pedesaan dan rural.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada beberapa aplikasi berbasis selular yang dikembangkan yang saya lihat menarik untuk dikemukakan disini adalah, Babajob.com dibuat oleh rekan-rekan di India adalah sebuah jasa layanan pencarian pekerjaan melalui Web, SMS dan telepon. Intinya sebetulnya mirip dengan jobsdb bagi mereka yang suka mencari kerja di Internet

Namun yang menarik, si pencari kerja cukup mengirimkan SMS ke sebuah nomor yang berisi 'jenis pekerjaan' dan 'lokasi'. Babajob akan mengirimkan jawaban berisi pekerjaan yang Anda cari di lokasi tersebut.

Selain itu, antrian registrasi dokter di tempat prakteknya, di beberapa daerah di Afrika bisa menjadi sangat panjang. Registrasi melalui SMS dilakukan agar orang tidak perlu antri terlalu panjang untuk mendaftar ke dokter tersebut.

Cara lain yang dilakukan oleh group peneliti Prof. Eric Brewer dari UC Berkeley di Amerika Serikat melihat kemungkinan untuk melakukan jasa asuransi kesehatan melalui SMS yang diimplementasikan di negara Afrika.Berbeda dengan proses asuransi yang normal, disini pasien memperoleh Voucher untuk pergi ke dokter. Pihak apotek, dokter dan rumah sakit kemudian melakukan interaksi dengan pihak pendana asuransi melalui aplikasi SMS untuk memperoleh uang penggantinya.

BRTI, CP dan USO

Di Indonesia, tampaknya BRTI dan pemerintah khususnya Depkominfo perlu belajar lebih banyak untuk meng-encourage content provider (CP) SMS di Indonesia. Sangat disayangkan jika BRTI dan Depkominfo justru mengambil langkah yang tidak bijak dengan cara membebani lisensi dan kewajiban Universal Service Obligation (USO) kepada CP di Indonesia.

Logika sederhananya, agak aneh kalau sebuah production house harus mempunyai lisensi dan membayar USO kepada Kominfo jika film yang dibuatnya ditayangkan melalui ponsel atau TV.

Semoga BRTI dan Depkominfo diberi pencerahan oleh-Nya. Dan semoga laporan singkat pertisipasi saya di Conference ICTD di Carnegie Mellon University di Qatar dapat bermanfaat bagi kita semua di Indonesia. (faw/faw)





Hide Ads