Demikian disampaikan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta dalam sambutannya di acara International Workshop On Women Empowerment Information Technology, Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Selasa (24/3/2009).
"Perempuan Indonesia terhambat masalah kultural, mereka tidak disukai terlihat bekerja seperti business woman pada umumnya. Mereka tetap dituntut untuk terlihat seperi ibu rumah tangga," jelas Meutia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meutia menjelaskan, kesempatan berbisnis tidak boleh lepas dari tangan wanita. Wanita yang berbisnis, kata Meutia, bukan sebagai suatu usaha untuk menyaingi laki-laki sebagai kepala rumah tangga.
"Justru hal tersebut bisa mengurangi beban laki-laki dalam mencari nafkah," pungkasnya.
(wsh/wsh)