Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Disangka Mainan, Robot Sempat Diremehkan Sekolah

Disangka Mainan, Robot Sempat Diremehkan Sekolah


- detikInet

Jakarta - Persepsi sekolah terhadap masuknya ilmu robotika di lingkungan belajar mengajar ternyata sempat keliru. Ada yang tertarik dan penasaran memang, namun tak sedikit pula yang menyangkanya sebagai mainan.

Begitulah pengalaman Welry Lesmana, Direktur Robotic Explorer, salah satu perusahaan penyedia robot edukasi ketika berjuang memperkenalkan salah satu kemajuan teknologi ini ke sekolah-sekolah di Indonesia.

Diceritakannya, pertama kali ia membuka perusahaan sekaligus lembaga pendidikan robotnya ini pada tahun 2005. Kala itu, gaung robot masih belum terdengar di tanah air. Alhasil, kehadirannya merupakan sesuatu yang baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu memasukkan robot ke sekolah susah, untuk di sekitar kantor kita masih oke karena sesuatu yang baru banyak orang yang mau coba. Tapi di beberapa sekolah malah dianggap mainan," ujarnya kepada detikINET, di kantornya, Rabu (22/1/2009).

Meski demikian, Welry tak patah arang, hingga akhirnya pandangan keliru sekolah tersebut akhirnya berubah. "Dari situ (penolakan-red) kita belajar dan membuat kurikulumnya, dan mulai pertengahan 2006 kondisinya mulai berubah, penerimaan sekolah jauh lebih baik," jelasnya.

Robotic Explorer kini telah menjalin kerja sama dengan 22 sekolah. Welry pun optimisis untuk menjalankan roda bisnisnya dengan membawa mesin-mesin bergerak ini ke sekolah-sekolah.

(ash/fyk)





Hide Ads