"Penemuan kami menegaskan bukti bahwa kekerasan di dalam media berhubungan dengan perilaku agresif yang serius di kalangan anak muda," kata Dr. Michelle L.Ybarra dari lembaga Internet Solutions for Kids yang melakukan studi tersebut.
Beberapa studi sebelumnya memang juga telah meneliti topik serupa. Bahkan, lembaga American Academy of Pediatrics pernah menyatakan kekerasan di media merupakan faktor utama kekerasan di kalangan muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti pun menyimpulkan, responden yang mengakses situs yang menampilkan perkelahian, penembakan dan pembunuhan lima kali lipat berpotensi terlibat tindak kekerasan di dunia nyata daripada mereka yang tak mengakses situs semacam itu.
Menurut para peneliti, media lainnya seperti televisi, film, musik dan game juga berpengaruh terhadap kekerasan remaja. Namun efek yang ditimbulkan dinyatakan lebih kecil daripada internet. Demikian seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Kamis (6/11/2008).
Sharing cerita soal situs atau blog? Gabung saja di detikiNET Forum! (fyk/dwn)