Faradilah (17), siswa kelas 3 jurusan IPS SMAN 3 itu mengirim SMS ke teman perempuannya bernama Cindy, seorang pelajar di SMAN 1. Mungkin karena terbakar api cemburu, oknum polisi berinisial IR mendatangi korban di sekolahnya dan langsung memberikan bogem mentah hingga berkali-kali pada Kamis 30 Oktober kemarin.
Tidak terima mendapat perlakuan itu, korban bersama kerabatnya melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan IR ke Provost Mapolres Lumajang, Jumat (31/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampean ngerti aku iki sopo (Anda tahu siapa saya ini)," tutur Faradilah saat menirukan uncapan IR di ruangan Provost.
Aksi pemukulan yang dilakukan IR dan temannya, menurut Faradilah disaksikan teman dan ibu kosnya. Bahkan, tambah Faradilah, usai dihajar dirinya kemudian diborgol dan dibawa ke GOR (Gedung Olah Raga) Wira Bhakti Lumajang.
"Di sana saya dihajar seperti hewan pak. Saya disiksa," ujar Faradilah.
Iswanto, kerabat korban sangat menyesalkan tindakan oknum polisi yang main hakim sendiri hanya karena sebuah SMS. "SMS-nya hanya tanya kabar kok," ucapnya.
Sayangnya, Kapolres Lumajang AKBP Mudjiono enggan memberikan keterangan saat akan dikonfirmasi masalah penganiayaan ini oleh sejumlah wartawan. Bahkan kapolres menutup rapat-rapat ruangannya.
"Kapolres belum mau menemui wartawan." ungkap salah satu ajudan Kapolres.
(bdh/dwn)