Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indonesia Perjuangkan 32 Juta Alamat IPv4 Sampai 2012

Indonesia Perjuangkan 32 Juta Alamat IPv4 Sampai 2012


- detikInet

Jakarta - Pemanfaatan sumber daya internet seperti nama domain dan alamat IP akan bergeser dari institusi menjadi individual, dari perkantoran dan sekolah beralih ke rumah dan layanan mobile.

Demikian disampaikan Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar. Menurutnya, teknologi informasi dan telekomunikasi akan semakin konvergen dan berjalan pada platform tunggal berbasis protokol internet atau IP.

"Akan timbul ketergantungan terhadap alamat IP," tukas Basuki dalam acara sosialisasi IPv6 yang diwakilkan Budi Santoso, Direktur Telekomunikasi Ditjen Postel, di Hotel Redtop, Jakarta, Kamis (30/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski pemanfaatan alamat IP di Indonesia dinilai kurang optimal, namun dirjen menegaskan keterbatasan alokasi IPv4 yang masih digunakan saat ini akan menghambat laju pertumbuhan internet.

"Ini artinya akan menurunkan daya saing bangsa Indonesia dengan negara lain yang juga memperebutkan alokasi IP lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya," jelas Basuki.

Tak ingin kalah dengan negara lain, ungkapnya, pemerintah bersama komunitas internet di Indonesia akan memperjuangkan alokasi IPv4 sedikitnya 32 juta alamat sebagai solusi jangka pendek hingga 2012.

"Ini demi mengamankan kepentingan nasional dan stabilitas internet sampai kita bisa menuntaskan implementasi IPv6 di 2012 mendatang," sambung Budi Santoso.

Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan juga telah membentuk Gugus Tugas (task force) untuk migrasi ke IPv6, yang melibatkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesia Internet Exchange (IIX), dan Network Access Provider (NAP). (rou/dwn)






Hide Ads