Hal itu terpaksa dilakukan karena matahari kian sedikit bersinar di Mars dan malam di sana semakin panjang. Padahal, Phoenix Lander mengandalkan energi matahari untuk dapat melakukan tugasnya.
Karena itu, untuk meninimalisir asupan energi dan agar Phoenix bisa tetap aktif selama beberapa waktu, hanya sedikit instrumen yang diaktifkan. Demikian dijelaskan oleh Chris Lewicki, Mission Manager Phoenix Lander.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip detikINET dari ComputerWorld, Kamis (30/10/2008), salah satu jasa besar Phoenix adalah membuktikan keberadaan air di Mars.
Menjelang waktu kematiannya, kerja Phoenix belum sepenuhnya berakhir. Misalnya, perangkat mikroskop dan instrumen meteorologis untuk mengukur temperatur dan tekanan di atmosfer Mars bakal tetap diaktifkan untuk beberapa waktu.
Sharing info soal perangkat komputer? Gabung di detikINET Forum!
(fyk/dwn)