Dalam game bernama Fat Princess itu, gamer harus menyelamatkan putri yang diculik musuh. Namun, oleh si penculik, putri tersebut dipaksa makan kue terus menerus sehingga menjadi sangat gemuk dan sulit bergerak.
Kalangan feminis dan kelompok kampanye kesehatan menilai game ini menyerang orang-orang yang bertubuh gemuk dan menyebabkan remaja tidak memiliki sikap toleransi terhadap orang yang kelebihan berat badan ini. Sehingga ditakutkan nantinya akan menyebabkan maraknya praktek bullying.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak bermaksud memperdaya atau menyerang orang gemuk dengan game ini. Putri gemuk tersebut justru menjadi tokoh utama yang dipuja-puja dalam game ini. Ia tidak ditertawakan atau dilukai," ujar Deborah Mars, senior producer game tersebut menangkis sejumlah kecaman.
Ngobrolin tentang game kesayangan? Yuk gabung detikINET Forum!
Β
(faw/ash)