Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tolong, Jangan Gunakan Ponsel Saat Mengemudi

Tolong, Jangan Gunakan Ponsel Saat Mengemudi


- detikInet

Jakarta - "Demi keselamatan, hindari menggunakan ponsel saat mengemudi kendaraan!" demikian kalimat simpatik dalam spanduk hitam yang direntangkan oleh sejumlah model cantik di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (23/9/2008).

Aksi simpatik ini sengaja digelar oleh para staf Majalah Techlife Indonesia. Menurut Yusuf Mars, pemimpin redaksi majalah itu, aksi tersebut hanya bersifat tuntunan moral agar pengemudi lebih mementingkan keselamatan dibanding menjawab ponselnya.

"Aktivitas mengemudi membutuhkan konsentrasi penuh, apalagi ketika mudik lebaran. Dengan trafik lalu lintas yang begitu padat, sedikit lengah saja menggunakan ponsel, akan berakibat fatal," ucap Yusuf di sela aksinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tidak menyebut angka pasti, namun menurutnya, penggunaan ponsel saat mengemudi dipercaya sebagai salah satu biang keladi tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Dari data yang diperoleh pada musim Lebaran 2007 lalu sebanyak 214 orang mengalami kecelakaan. Jumlah tersebut terdiri atas 74 korban kecelakaan di jalan tol dengan rincian korban luka ringan 18 orang, luka berat 52 orang dan meninggal dunia empat orang.

Sementara korban kecelakaan yang terjadi di luar jalan tol 140 orang dengan rincian 37 orang luka ringan, 73 orang cedera berat dan 30 orang meninggal dunia. Data tersebut juga menjelaskan, mayoritas kecelakaan umumnya dialami oleh mobil penumpang yang kemudian disusul oleh sepeda motor, truk dan bus.

Kata Yusuf, banyak hal yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut. Misalnya saja, lalai, tidak menaati peraturan, tidak konsentrasi karena pengemudi mengantuk dan melakukan aktivitas lain, seperti menggunakan ponsel saat mengemudi dan penyebab lainnya.

Untuk yang terakhir ini, banyak negara melarang penggunaan ponsel saat mengemudi karena bisa berakibat fatal. Namun di Indonesia, undang-undang yang mengatur hal tersebut belum jelas juntrungannya. Dibutuhkan penyadaran kepada khalayak agar tidak menggunakan ponsel saat mengemudi.

Mengemudi dengan satu tangan adalah hal riskan dan tidak dianjurkan. Satu tangan memegang kendali, satunya lagi memegang ponsel. Belum lagi jika pembicaraan ditelepon menjurus ke arah yang serius dan tidak mengenakan. Atau ekstrimnya berita duka yang membuat Anda shock. "Alih-alih berkonstrasi dan memberikan solusi, yang terjadi sebaliknya. Giliran Anda yang menjadi objek berita duka."

Menurut Yusuf, ada cara cerdas ketika mengemudi, namun tetap terkendali. "Lakukan komunikasi dengan alat bantu handsfree atau bluetooth. Itu pun seperlunya saja. Atau katakan dengan cara santun, maaf saya sedang mengemudi, SMS saja beritanya," kata dia.

Memang sulit mengubah kebiasaan buruk, namun bukan berarti tidak bisa diubah. Perlu kontinuitas untuk mengingatkan hal-hal sepele tetapi berimbas besar, raga dan nyawa taruhannya.

Bincang seru seputar ponsel? Gabung segera di detikINET Forum! (rou/dwn)





Hide Ads