Pengadilan Tinggi India telah meminta dua raksasa internet tersebut serta Yahoo untuk menanggapi protes tentang iklan produk untuk menentukan jenis kelamin yang dinilai ilegal di India tersebut.
Disebutkan bahwa pencarian dengan kata kunci "gender selection" di Yahoo masih merujuk pada sumber-sumber yang menawarkan klinik untuk membantu orang menentukan jenis kelamin bayi. Terkait hal ini, Yahoo India belum berkomentar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar orang India lebih memilih anak laki-laki, karena menganggap anak perempuan hanya menjadi beban. Sehingga mereka lebih mendambakan memiliki anak laki-laki, dan mengaborsi anak perempuan.
Kalangan aktivis khawatir keberadaan iklan produk untuk menentukan dan melihat jenis kelamin bayi itu, akan mempertinggi angka aborsi bayi perempuan di India,
demikian seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (19/9/2008).
Ikuti, Kontes Foto berhadiah ponsel Nokia dan Blackberry di detikINET Forum
(faw/wsh)