Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gawat! Ponsel Bekas Beracun dan Berbahaya

Gawat! Ponsel Bekas Beracun dan Berbahaya


- detikInet

Nusa Dua - Limbah dari ponsel dikategorikan sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3). Demikian terungkap dalam Konferensi Basel Convention untuk Pengelolaan Limbah Beracun di Bali.

Penggunaan ponsel telah berkembang dengan pesat sejak 1970 hingga mencapai 1,76
miliar ponsel di tahun 2004. Diperkirakan jumlah ponsel akan lebih dari 3 miliar pada bulan April 2008.

Aktivis lingkungan Yayasan Bali Fokus Yuyun Yunia Ismawati mengatakan, sampah elektronik seperti ponsel bekas dan peralatan komputer bekas merupakan salah satu jenis limbah B3.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Limbah membahayakan tersebut banyak dibuang ke negara berkembang," ujarnya di sela-sela Konferensi Basel Convention untuk Pengelolaan Limbah Beracun di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (24/6/2008).

Sementara Ketua Mobile Phone Patnership Initiative (MPPI) Marco Buletti menilai, meledaknya jumlah ponsel karena tingkat konsumsi konsumen yang sangat tinggi.

"Kemampuan ponsel dirancang untuk delapan tahun. Namun konsumen hanya memakainya selama satu sampai dua tahun saja," kata dia di kesempatan yang sama.

Konferensi di Bali ini berencana untuk mengadopsi serangkaian pedoman teknis baru
untuk pengolahan yang ramah lingkungan dari ponsel-ponsel bekas dan yang telah habis
masa pakainya.

Mau ngobrol seru tentang ponsel? Gabung yuk di detikINET forum!
(gds/rou)







Hide Ads