Β
Sejatinya, larangan terhadap kedua game tersebut telah dijatuhkan Oktober 2007 silam, namun belum juga diimplementasikan. Sekarang larangan ini dipertegas kembali. Demikian seperti dilansir detikINET dari AFP, Minggu (20/1/2008).
Β
Kedua game ini memang digandrungi oleh banyak gamer, khususnya remaja laki-laki. Dengan bermain ini, gamer dapat saling berinteraksi, membentuk kelompok serta terlibat dalam misi pertempuran.
Β
Dalam game Counter-Strike, pemain berkesempatan untuk memilih peran sebagai teroris atau pasukan anti teroris. Kedua kubu pun akan saling tembak dengan berbekal senjata canggih.
Β
Sedangkan EverQuest merupakan game dengan setting fantasi dan dunia sihir. Tokohnya mencakup manusia, peri dan tokoh khayalan lain yang berpetualang mencari harta karun dan meningkatkan kemampuan avatar mereka.
Β
Game-game semacam ini dinilai bisa menyebabkan para gamer kecanduan. Beberapa pemain telah menggeluti game ini secara serius dan mencoba mencari uang dengan menjual karakter yang mereka mainkan, melelang benda-benda virtual yang berpotensi besar untuk menang. (wsh/wsh)