Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
iPhone 'Oprekan' Marak, Apple Kelimpungan

iPhone 'Oprekan' Marak, Apple Kelimpungan


- detikInet

Singapura - Saat ini mencari iPhone unlocked, alias iPhone yang sudah dioprek ibarat seperti mencari ikan asin di pasar. Pasalnya, iPhone oprekan mudah dijumpai dimana-mana, tanpa perlu ada surat kontrak selama 18 bulan dan perjanjian dengan provider resminya.

Salah satu penjual iPhone oprekan adalah Singapura, dimana iPhone tersebut dijual eceran secara online dengan harga lebih murah. Hal ini menimbulkan kegeraman pada Apple.

Dikutip detikINET dari Softpedia, Rabu (12/12/2007), Apple berencana menuntut penjual iPhone oprekan di Singapura sebesar USD 1.000 (USD 1= Rp 9.264, sumber: detikcom) untuk tiap unit iPhone yang terjual. Kabarnya penjualan iPhone di Singapura tersebut kini telah dihentikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apple benar-benar dibuat kelimpungan dengan maraknya produk oprekan ini. Apple harus berhadapan dengan Perancis dan Jerman yang harus menjual iPhone oprekan karena adanya undang-undang konsumen di negara tersebut.

"Kami heran kenapa orang mau membeli produk oprekan. Jika Anda menghabiskan sejumlah uang untuk membeli ponsel dan kemudian mengopreknya, Anda menjadikannya tidak berharga," tandas juru bicara dari O2, pengembang smartphone. (dwn/dwn)





Hide Ads