Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AMD Sindir Peluncuran Nvidia RTX Spark

AMD Sindir Peluncuran Nvidia RTX Spark


Anggoro Suryo - detikInet

Nvidia RTX Spark
Foto: Dok. Nvidia
Jakarta -

Langkah terbaru Nvidia terjun ke pasar PC yang berfokus pada Kecerdasan Buatan (AI) lewat superchip RTX Spark dipastikan membuat persaingan dengan AMD makin panas. Namun, alih-alih panik, kubu AMD justru menyambut kedatangan Nvidia dengan rasa percaya diri tinggi dan sedikit bumbu sindiran.

Menjalani debutnya di ajang Computex 2026, Nvidia mempertaruhkan RTX Spark untuk mendefinisikan generasi baru perangkat high-end. Cip canggih ini memadukan CPU berarsitektur Arm, GPU Blackwell, dan memori terpadu (unified memory) berkapasitas raksasa untuk menjalankan beban kerja AI berat secara lokal (on-device).

Senior Vice President and General Manager Client Business AMD, Rahul Tikoo, mengaku tidak gentar sama sekali. Ia malah menyebut langkah Nvidia ini sudah cukup terlambat, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Saya sangat senang Nvidia bergabung dalam permainan ini. Anda tahu, kami adalah satu-satunya pemain di arena ini selama hampir dua tahun, dan memori lokal berkapasitas besar kini menjadi sangat krusial dalam beban kerja agen AI," sindir Tikoo.

Adu Spesifikasi: Strix Halo vs RTX Spark

Medan pertempuran baru ini menuntut mesin PC yang tidak hanya mengandalkan prosesor kencang, tetapi juga kapasitas memori yang luar biasa besar untuk menjalankan Large Language Models (LLM).

Nvidia RTX Spark diketahui mendukung kapasitas memori terpadu hingga 128GB. Angka ini ditanggapi santai oleh AMD, mengingat cip andalan mereka saat ini, Strix Halo, sudah mampu menyamai angka tersebut.

"Saya sebenarnya penasaran dengan apa yang dilakukan Nvidia. Tapi ketika melihat spesifikasi mereka, tertulis 128GB memori lokal dengan CPU 20-core. Kami sudah melakukannya di Strix Halo, di mana kami memiliki CPU 16-core/32-thread," papar Tikoo.

Belum selesai di situ, AMD bersiap memberikan pukulan telak lewat cip generasi berikutnya, Gorgon Halo, yang akan meluncur pada kuartal ketiga tahun ini. Cip ini diproyeksikan mendukung memori terpadu hingga 192GB, dengan tetap mempertahankan inti CPU Zen 5 dan grafis RDNA 3.5.

Perang Ekosistem Software (CUDA vs ROCm)

Meski unggul di atas kertas, AMD sadar bahwa ekosistem software adalah kunci. Di sektor ini, Nvidia sudah lama mendominasi dan mengunci banyak developer berkat ekosistem CUDA-nya.

Namun, Chief Software Officer AMD, Andrej Zdravkovic, menilai keunggulan Nvidia tersebut tidak lagi semenakutkan dulu. AMD mengklaim platform ROCm besutannya kini sudah sangat ramah pengembang, membuat transisi dari infrastruktur Nvidia menjadi sangat mudah.

Zdravkovic bahkan tanpa ragu melontarkan pernyataan berani terkait pilihan perangkat keras bagi para pengembang AI saat ini. "Pada titik ini... Anda salah besar jika tidak membeli laptop berbasis Strix Halo," tegasnya.




(asj/asj)




Hide Ads