Unified Comunications Microsoft Pangkas Biaya Komunikasi
- detikInet
Jakarta -
Microsoft meluncurkan teknologi Unified Communication (UC) di Indonesia. Berbagai manfaat dijanjikan seiring kehadiran teknologi ini. Mulai dari meningkatkan efektifitas komunikasi bisnis hingga menekan biaya komunikasi perusahaan.Teknologi ini diperkenalkan pertama kali pada 16 Oktober 2007 di Amerika Serikat, sementara Indonesia merupakan negara keempat di Asia yang disambangi UC Microsoft setelah Singapura, Malaysia dan Korea.Produk-produk yang termasuk dalam Unified Communications yang diperkenalkan dalam acara peluncuran adalah Office Communications Server 2007, Office Communicator 2007, Exchange SP1 dan Live Meeting.Bob Maher, Director Unified Communications Microsoft mengatakan, Indonesia termasuk kawasan yang sangat penting bagi Microsoft untuk pengembangan pasar. Pasalnya, pertumbuhan industri teknologi informasi dan komunikasi di tanah air dinilai cepat.Terbukti, lokal UC adapter Indonesia menjadi terbesar kedua setelah Australia untuk kawasan Asia Pasifik. Beberapa perusahaan yang telah mengimplementasi teknolpgi ini antara lain Bank Danamon, PT Petrosea Tbk, Sinar Niaga Sejahtera dan PT Excelcomindo Pratama (XL) Tbk.Menurut Lukman Susetio, Produk Marketing Unified Communications Group Microsoft Indonesia, UC cocok diterapkan bagi perusahaan multiple site alias yang punya banyak cabang. Tetapi, kalo untuk ukuran tidak harus perusahaan besar, yang menengah pun bisa.KemampuanSelain cost saving, UC dijanjikan dapat memberikan penggunanya pengalaman baru dalam berkomunikasi. "Misalnya ketika ke kantor setiap hari selalu buka e-mail, tapi sekarang lewat e-mail juga bisa melihat voice mail lalu in the same time saya juga bisa dapatkan fax, semua dari inbox yang kita punya," tutur Lukman, ketika acara peluncuran di Hotel Shangrila, Jakarta.Jadi artinya, lanjut Lukman, dari segi perusahaan tidak lagi memerlukan mesin fax dan cost in running untuk kertas dan tinta. "Simplifikasinya, tinggal buka di inbox yg kita punya," tukasnya. Yang kedua adalah kemampuan click to call. Maksudnya, dari aplikasi yang kita miliki dapat melakukan teknologi komunikasi, baik itu e-mail, konferensi telepon dan video dengan hanya satu click. Selain itu, teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol) yang dibawa UC Microsoft juga memiliki perbedaan karena dilengkapi RT audio yang sudah dipatenkan. Tujuannya, untuk menghasilkan suara yang jernih dan mengoptimisasi bandwidth.Kemampuan yang lain adalah terintegrasi dengan aplikasi Microsoft lain. "Misalnya saya lagi mengetik nama di Word, nantinya di atas nama itu ada bulatan yang bisa saya click untuk call some buddy," imbuhnya.Investasi Versus Cost SavingUntuk mengimplementasikan UC ini, perusahaan harus berinvestasi di tiga sektor yakni hardware, software dan impelementasi. Untuk hardware tergantung dari kompleksitas sedangkan software tergantung dari jumlah user. Harga lisensi software berkisar US$ 600 - US$ 4000 untuk satu lisensi server, sementara hardware bisa mencapai US$ 20 ribu - US$ 30 ribu.Investasi tersebut memang cukup besar. Namun, Lukman optimistis investasi ini akan terbayar dengan penghematan biaya setelah mengimplementasikan teknologi ini. "Menurut riset internasional pihak ketiga, UC bisa klaim ERBIT (Earning Before Interest and Tax) sekitar 200% untuk ROI (Return on Investment) dalam waktu 3 tahun, yang berasal dari biaya komunikasi dan biaya travelling," jelasnya.XL sebagai salah satu perusahaan yang telah mengimplementasikan teknologi ini pun mengakui kemampuan UC. "Dengan UC, kini kami tidak lagi kesulitan dalam menghubungi siapapun seperti yang pernah kami alami sewaktu menggunakan sistem PBX. Hal ini sangat membantu dalam menekan biaya komunikasi jarak jauh," kata Efrie Gunawan, GM IT Infrastructure XL.Hal senada juga diakui Steve Hampson, Country Manager Asean Channel Nortel. Ia mengaku, dari 18 bulan mengadaptasi teknologi UC, Nortel telah menghemat biaya US$ 12 juta. Sebagian besar dari biaya komunikasi.Diperkuat 3 PilarMicrosoft juga memperkuat kemitraan strategis dengan menggandeng Nortel dan Hewlett-Packard (HP) sebagai mitra global.Nortel untuk penyediaan infrastruktur teknologi PBX atau networking, HP sebagai sistem integrator atau yang mengimplementasikan teknologi UC sementara Microsoft sebagai aplikasi solusinya. "Jadi ada 3 pilar disini," ujar Lukman.Selain kedua mitra global tersebut, juga terdapat beberapa mitra lokal lainnya yang turut mensponsori peluncuran Unified Communications di Indonesia seperti AudioCodes, Dialogic, Motorola, Polycom, GN Network, Mitra Integrasi Informatika serta PT Kairos IndonesiaKeterangan foto: (ki-ka) Perangkat yang digunakan untuk Unified Communication serta acara konferensi pers.
(ash/ash)