Gara-Gara Laptop, Microsoft dan Mandriva Tarung
- detikInet
California -
Gara gara sistem operasi laptop Classmate PC, pihak Microsoft dan Mandriva bersitegang. Chief Executive Linux Mandriva, Francois Bancilhon menuduh Microsoft melakukan strategi tak semestinya dalam penyediaan sistem operasi Intel Classsmate, laptop murah untuk negara berkembang yang dipesan Nigeria.Semula, software Linux Mandriva 2008 telah diinstall pre-loaded bersama 17.000 laptop Classmate yang dikirimkan ke pemerintah Nigeria. Laptop Classmate ini akan dipakai di sekolah-sekolah setempat. Namun pernyataan pemerintah Nigeria membuat Banchilhon terkejut. "Kami akan membayar untuk software Mandriva seperti persetujuan semula. Namun sesudahnya, kami akan memakai Windows di Classmate," demikian kata mereka. Dengan kata lain, pemerintah Nigeria berubah pikiran untuk memakai Windows daripada Linux Mandriva.Dalam surat terbuka di blog perusahaannya, Bancilhon menuduh Microsoft berada di belakang peristiwa ini. Banchillon pun memprotes CEO Microsoft, Steve Ballmer. "Apa yang telah kamu lakukan pada orang-orang itu sehingga mereka berubah pikiran, Steve?," demikian kata-kata kerasnya pada Ballmer.Microsoft pun menolak tuduhan bahwa mereka melakukan praktek bisnis kotor. Mereka menandaskan bahwa kemungkinan, Windows dipilih pemerintah Nigeria karena dianggap lebih memenuhi kebutuhan mereka."Microsoft percaya bahwa baik individu, pemerintah maupun organisasi yang lain harus dibebaskan dalam memilih software ataupun teknologi sesuai kebutuhan mereka," demikian tanggapan Microsoft melalui email."Microsoft telah menjalin kerjasama erat dengan pemerintah di Nigeria untuk memenuhi apa yang mereka perlukan. Microsoft juga mengoperasikan bisnis sesuai hukum yang berlaku," lanjut pernyataan Microsoft seperti dikutip detikINET dari VNunet, Jumat (2/11/2007).
(fyk/fyk)