×
Ad

Spek Segmen Ponsel Mid-Range Mulai 'Menggila', OPPO Mulai Tertekan

Diffa Rezy - detikInet
Sabtu, 14 Mar 2026 16:04 WIB
Foto: Ahmad Viqi/detikBali
Jakarta -

Lonjakan spesifikasi di segmen ponsel kelas menengah membuat persaingan industri smartphone semakin sengit. Brand yang sebelumnya cukup kuat di segmen ini, seperti OPPO, mulai menghadapi tekanan karena konsumen semakin kritis membandingkan spesifikasi dan harga.

Sepanjang 2025, ponsel mid-range dengan harga sekitar Rp 3-6 juta mengalami peningkatan spesifikasi yang signifikan. Berbagai merek seperti Xiaomi, Samsung, hingga Infinix menghadirkan perangkat dengan chipset kencang, refresh rate tinggi, fast charging besar, kamera 50 MP ke atas, serta baterai berkapasitas jumbo.

Fitur-fitur tersebut sebelumnya lebih identik dengan ponsel flagship. Kini, teknologi itu menjadi standar baru di kelas menengah, sehingga konsumen semakin ketat mempertimbangkan value for money sebelum membeli perangkat.

Situasi ini membuat brand seperti OPPO menghadapi tekanan dalam hal margin dan positioning harga. Dalam berbagai ulasan, OPPO kerap dinilai unggul dari sisi desain dan kamera, namun sering dianggap memiliki harga lebih mahal dibanding kompetitor dengan spesifikasi serupa.

Tekanan tersebut juga tercermin dari kinerja perusahaan di pasar global. Berdasarkan data firma riset Counterpoint Research, OPPO menjadi salah satu merek yang mencatatkan performa kurang menggembirakan sepanjang 2025.

Diketahui, OPPO mengalami penurunan distribusi dengan pertumbuhan minus 4% secara tahunan (YoY). Padahal, pada beberapa kuartal sebelumnya, perusahaan masih berada di posisi yang relatif kuat di pasar smartphone global.

Di saat OPPO melemah, sejumlah pesaing justru menunjukkan performa lebih stabil. Apple misalnya, mencatatkan pertumbuhan 10% YoY dengan pangsa pasar global sebesar 20% pada 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peluncuran iPhone 17 pada September lalu.

Sementara itu, Samsung masih mempertahankan pertumbuhan positif sebesar 5% dengan pangsa pasar 19%. Di posisi ketiga, terdapat Xiaomi dengan pangsa pasar 13% dan disusul Vivo di posisi keempat dengan pangsa pasar 8%.

Secara keseluruhan, pasar smartphone global mulai menunjukkan stabilitas setelah masa pandemi COVID-19 dengan pertumbuhan sekitar 2% YoY pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi pemasaran yang lebih agresif, peningkatan adopsi jaringan 5G di negara berkembang, serta berbagai opsi pembelian yang mempermudah konsumen mengakses perangkat premium.

Meski pasar mulai pulih, tekanan kompetisi di segmen menengah membuat posisi OPPO semakin menantang. Dari sebelumnya sempat berada di posisi keempat pada kuartal pertama 2025, kini OPPO bahkan terlempar dari daftar lima besar smartphone global.




(anl/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork