Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mengenal Kecanggihan Teknologi AI Dual-Chip untuk Alat Bantu Dengar

Mengenal Kecanggihan Teknologi AI Dual-Chip untuk Alat Bantu Dengar


Anggoro Suryo - detikInet

Soundlife
Foto: Dok. Soundlife
Jakarta -

Momentum Hari Pendengaran Sedunia kembali dimanfaatkan untuk menyoroti pentingnya menjaga kesehatan pendengaran dengan dukungan teknologi terbaru. Pada peringatan tahun 2026 ini, inovasi alat bantu dengar berbasis kecerdasan buatan dengan sistem dual-chip diperkenalkan ke publik di Indonesia.

Perangkat tersebut diperkenalkan oleh Soundlife melalui produk dari Phonak dalam sebuah acara di Epicentrum Walk Mall. Selain peluncuran produk, mereka juga menghadirkan program uji coba selama 10 hari tanpa risiko agar calon pengguna bisa mencoba langsung teknologi tersebut.

CEO Soundlife, IM Chen, mengatakan inovasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman mendengar yang lebih natural. Menurutnya, teknologi terbaru tidak hanya memperkuat suara, tetapi juga mampu memahami konteks percakapan di sekitar pengguna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Pendengaran bukan sekadar tentang suara, tetapi tentang bagaimana kita tetap terhubung dengan orang-orang di sekitar kita," ujarnya, dalam keterangan yang diterima detikINET.

Produk utama yang diperkenalkan adalah Phonak Audéo Infinio Ultra Sphere, yang disebut sebagai alat bantu dengar pertama dengan arsitektur AI dual-chip. Perangkat ini dibekali prosesor AI bernama Deepsonic yang dilatih menggunakan lebih dari 22 juta sampel suara dan kalimat.

Teknologi tersebut memungkinkan perangkat memisahkan suara percakapan dari kebisingan latar secara real-time. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna tetap fokus pada percakapan meski berada di lingkungan yang ramai seperti restoran atau ruang rapat.

Menurut Chen, kemampuan pemrosesan yang lebih cerdas tersebut juga dapat mengurangi kelelahan mendengar yang sering dialami pengguna alat bantu dengar konvensional.

Selain memperkenalkan perangkat untuk orang dewasa, Soundlife juga menyoroti pentingnya deteksi dini gangguan pendengaran pada anak. Hal ini sejalan dengan kampanye global "Leaving No Child Behind" yang menekankan akses pendengaran yang lebih baik bagi anak-anak.

Untuk segmen ini, diperkenalkan Phonak Sky, alat bantu dengar yang dirancang untuk mendukung perkembangan anak. Perangkat tersebut terhubung dengan aplikasi myPhonak Junior sehingga orang tua dapat memantau penggunaan sekaligus membantu anak belajar mandiri.

Sementara bagi pengguna dewasa yang menginginkan desain lebih ringkas, tersedia Phonak Infinio Virto Rechargeable yang memiliki bentuk menyerupai earbud dan menggunakan sistem isi ulang tanpa baterai sekali pakai.

Sebagai distributor eksklusif Phonak di Indonesia, Soundlife saat ini memiliki lebih dari 20 cabang di berbagai kota. Program uji coba 10 hari yang ditawarkan diharapkan dapat membantu masyarakat merasakan langsung manfaat teknologi tersebut sebelum memutuskan untuk menggunakannya.




(asj/rns)







Hide Ads