×
Ad

Sejarah Lensa 'Panjang' di Kamera Ponsel

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 02 Feb 2026 16:38 WIB
Samsung Galaxy S20 Ultra. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Kamera telefoto masih menjadi arena persaingan utama produsen ponsel global. Setelah kamera utama dan low-light dianggap semakin matang, produsen kini berlomba menghadirkan zoom optik lebih fleksibel, sensor lebih besar, hingga pendekatan ekstrem lewat lensa tambahan dan bantuan AI.

Tren ini mulai mencuat sejak Samsung Galaxy S20 Ultra memperkenalkan periskop telefoto dengan jargon Space Zoom pada 2020. Meski bukan yang pertama secara global, Samsung menjadi produsen pertama di Amerika Serikat yang menjadikannya nilai jual utama. Namun, klaim zoom hingga 100x justru menuai kritik karena kualitas gambar yang dinilai tidak konsisten dan kegunaannya terbatas.

Seiring waktu, produsen menggeser fokus dari angka zoom ekstrem ke kualitas gambar pada jarak menengah. Apple memulai dengan telefoto 3x di iPhone 13 Pro, Google menghadirkan periskop 4x di Pixel 6 Pro, sementara Samsung melangkah ke 10x di Galaxy S21 Ultra. Huawei bahkan sudah lebih dulu mencapai zoom 10x setahun sebelumnya.

Persaingan ini terus berlanjut dengan peningkatan resolusi sensor, bukaan lensa lebih besar, dan konfigurasi kamera ganda. Vivo, Xiaomi, dan Honor kini menggunakan sensor telefoto hingga 200 megapiksel. Samsung dan Huawei mengandalkan lebih dari satu lensa telefoto dalam satu perangkat untuk menjangkau beberapa rentang zoom optik.

Pendekatan yang lebih eksperimental juga bermunculan. Sony sempat menghadirkan zoom optik kontinu, yang kini dihidupkan kembali oleh Xiaomi lewat seri 17 Ultra dengan cincin zoom fisik. Huawei bahkan mengembangkan sistem dua lensa telefoto yang berbagi satu sensor dengan prisma bergerak.

Tak hanya itu, persaingan meluas ke aksesori eksternal. Vivo, Oppo, dan Honor menawarkan lensa tambahan yang dipasang ke bodi ponsel untuk menghasilkan zoom optik hingga 8,7x. Meski terkesan niche, pendekatan ini menunjukkan upaya produsen mencari diferensiasi baru, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Senin (2/2/2026).

Menariknya, tren terbaru justru bergerak ke arah sebaliknya. Beberapa flagship ultra kini kembali ke zoom optik 3-4x, yang dinilai lebih praktis untuk foto potret dan produk. Dengan sensor lebih besar dan aperture lebih cepat, kamera telefoto kini mampu menghasilkan efek bokeh alami dan performa malam yang lebih baik.

Ke depan, AI diprediksi memainkan peran lebih besar. Google sudah menerapkan pendekatan generative AI lewat fitur Pro Res Zoom, meski tetap membatasi penggunaannya untuk menghindari manipulasi berlebihan. Di tengah biaya komponen yang terus naik, software dipandang sebagai jalan pintas untuk meningkatkan kualitas foto tanpa hardware yang makin mahal.

Meski peningkatan signifikan masih terjadi, sepertinya industri mulai mendekati titik jenuh. Jika keunggulan kamera telefoto flagship makin menyempit dengan ponsel kelas menengah, produsen kemungkinan harus mencari arena kompetisi baru di luar sekadar zoom.



Simak Video "Samsung Galaxy S24 Ultra, Menang Banyak Fitur Ai-nya"

(asj/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork