Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Diprediksi, 60 Juta Komputer Pakai Vista Bajakan Pertahun

Diprediksi, 60 Juta Komputer Pakai Vista Bajakan Pertahun


- detikInet

Jakarta - Windows Vista diperkirakan akan makin 'laris' dibajak. Menurut Wakil Presiden Windows Product Marketing Mike Sievert, dalam skenario terburuk, diprediksikan sebanyak 60 juta komputer menggunakan Windows Vista bajakan tiap tahunnya. Di sisi lain, sebanyak 35 persen dari kerugian sebesar USD 40 miliar yang diderita industri software berasal dari pembajakan. Pada ajang Microsoft Worldwide Partner Conference 2007 di Denver tangal 10 Juli kemarin, Mike Sievert memaparkan usaha untuk menanggulangi pembajakan Vista ini."Apa yang akan dilakukan Microsoft dalam menghadapi masalah ini? Sederhana saja. Sebagai perusahaan yang mengandalkan inovasi, kami harus melindungi properti intelektual hasil inovasi kami tersebut. Kami juga harus membantu mitra serta melindungi konsumen kami," sebutnya seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Kamis (13/7/2007).Tak seperti pendahulunya Windows XP, Windows Vista diciptakan dengan beberapa piranti anti pembajakan yang didukung oleh infrastruktur internet. Proses aktivasi dan validasi pun makin dikembangkan untuk mencegah pembajakan. Namun tampaknya, sebagus apapun upaya Microsoft dalam membuat fitur anti pembajakan di Windows Vista, masalahnya sistem operasi ini tetap masih bisa dibajak. Meski demikian, upaya mereka tampaknya mampu sedikit menekan keberadaan industri pembajakan yang secara drastis menurunkan tingkat keuntungan Microsoft."Teknologi anti pembajakan Windows Vista berbeda sedikitnya dalam tiga hal. Pertama, aktivasi harus dilakukan. Kedua, update penting berkaitan dengan Vista yang disebut validasi hanya bisa dilakukan secara kontinyu setelah aktivasi orisinal. Yang terakhir adalah pendeteksi kerusakan. Ketika terdapat kerusakan tertentu, sistem Vista akan menjadi reactivation mode dan untuk mengaktifkannya diperlukan kode asli," sebutnya lagi. (dwn/dwn)




Hide Ads