Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Proyek Laptop Murah Kritis, Harga Naik Lagi

Proyek Laptop Murah Kritis, Harga Naik Lagi


- detikInet

Cambridge - Komputer jinjing One Laptop per Child (OLPC) atau yang terkenal dengan sebutan proyek "Laptop US$100", lagi-lagi dinaikkan harganya. Laptop tersebut kini akan dijajakan dengan bandrol US$ 175.Sudah dua kali laptop OLPC mengalami kenaikan harga. Semula laptop murah tersebut dinamai Laptop US$100 karena memang akan dijual pada rentang harga tersebut.Tapi kemudian namanya berubah menjadi "Laptop XO" mengingat harganya sudah naik menjadi US$150. Dan kali ini harganya naik lagi menjadi US$175.Nicholas Negroponte, ketua proyek OLPC, menyatakan bahwa 'hidup' OLPC boleh jadi tengah berada di tahap yang paling kritis. Hal ini disebabkan ketidakjelasan negara mana yang pertama kali akan membayar cash laptop tersebut. Padahal untuk bisa diproduksi masal dan didistribusikan, setidaknya harus ada 3 juta pesanan laptop yang masuk.Sebelumnya sudah ada tujuh negara yang tertarik membeli 'Laptop XO' tersebut yakni Uruguay, Argentina, Brazil, Pakistan, Thailand, Nigeria dan Libya. Demikian dilansir AP dan dikutip detikINET, Jumat (27/4/2007).Meski demikian, Negroponte tampak tidak khawatir. Ia berharap laptop US$175 itu bisa diproduksi massal mulai Oktober 2007. Ia juga mengatakan sudah ada beberapa negara lain, termasuk Peru dan Russia, yang memesan laptop tersebut.Windows Ambil BagianNegroponte juga mengungkapkan bahwa sistem operasi Windows akan hadir di laptop tersebut. Menurut Negroponte, developer laptop XO telah bekerja sama dengan Microsoft Corp. agar Windows bisa beroperasi di laptop OLPC.Bill Gates beberapa waktu lalu memang menyatakan keinginannya agar Windows bisa hadir di laptop OLPC, meski proyek laptop itu pernah diejeknya. Gates juga sudah bertatap muka dengan Negroponte untuk membicarakan hal tersebut. Bahkan Windows sudah memasuki tahap pengujian di laptop OLPC.Laptop XO akan digarap oleh pemanufaktur laptop asal Taiwan, Quanta Computer. Menurut Negroponte, Quanta akan mengambil keuntungan sekitar US$ 3 per laptopnya. Sementara OLPC akan mengambil US$ 1 yang akan digunakan untuk biaya distribusi.OLPC merupakan proyek laptop murah yang tengah digarap Nicholas Negroponte, profesor dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Laptop tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah di negara-negara berkembang sebagai tool pendidikan. Proyek ini digagas agar masyarakat di negara miskin tidak ketinggalan teknologi.Spesifikasi laptop tersebut antara lain prosesor AMD 500 MHz, sistem operasi Linux, konektivitas nirkabel secara peer-to-peer (P2P), monitor 7" yang dapat dibaca di bawah sinar matahari, RAM 128 MB, dan flash card 500MB.Laptop ini juga dilengkapi engkol tangan sebagai pembangkit listrik dan WiFi. Untuk menghemat energi, spesifikasi teknisnya dirancang khusus agar cukup memakai listrik 2 watt saja. (dwn/wsh)







Hide Ads