Game 'Counter Strike' Dorong Cho Bantai 33 Orang?
- detikInet
California -
Sebuah kelompok gamer sedang berencana untuk mengadakan unjuk rasa pada akhir minggu ini di New York. Peristiwa langka ini rupanya dipicu oleh beberapa pihak yang mengklaim bahwa tragedi yang terjadi di kampus Virginia Tech tersebut disebabkan oleh game komputer yang penuh kekerasan.Cho Seung Hui, pada 16 April lalu menjadi pelaku utama dari peristiwa pembantaian menggunakan senjata api di kampus Virginia Tech, Amerika Serikat yang menewaskan 33 orang.Menurut teman-teman kampusnya, Hui adalah seorang mahasiswa yang pemarah,terganggu dan depresi. Ia ternyata diketahui senang memainkan game-game komputer yang beraliran keras, terutama Counter Strike.Dikutip detikINET dari situs VNUNet, Jumat (20/4/2007), pengacara Jack Thompson dan tokoh televisi Doctor Phil McGraw serta merta menyalahkan video game berbau kekerasan yang dimainkan Hui sebagai salah satu pemicu latar peristiwa berdarah tersebut. Thompson sendiri merupakan tokoh agama pengikut aliran konservatif yang terkenal akan kampanyenya untuk melawan musik rap dan video game.Dr. Phil sendiri saat berada di program CNN Show menyatakan dengan keras, "Akal sehat menyatakan kepada anda jika anak-anak memainkan video game yang menyediakan adegan pembunuhan massal didalamnya, kemudian ditampilkan sebagai suatu kemegahan pada pada layar raksasa, maka nuansa (kekerasan) tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari urat nadi kehidupan sosial kita," ujarnya.Ditambahkan pula olehnya, "Anda ambil (nuansa kekerasan) itu dan dicampur dengan seorang psikopat, sosiopat atau seseorang yang mentalnya sakit, kemudian ditambahkan dengan dosis kemarahan, maka sugesti (untuk meniru adegan video game) menjadi terlalu tinggi."Adapun aksi demonstrasi para gamer tersebut sedianya akan diselenggarakan oleh Empire Arcadia, sebuah perusahaan yang menyelenggarakan kompetisi game dan ajang anak muda. Walaupun Empire Arcadia sama sekali tak menyebut komentar Dr.Phil dan Thomson, mereka hanya menyampaikan ungkapan duka cita dan menentang pernyataan yang menghubungkan antara kejadian itu dengan video game.Dalam pengumuman resmi acara demonstrasi itu berbunyi "Para demonstran akan menunjukkan bahwa gamer tidak bisa disalahkan atas kejadian tragis di Virginia Tech. Kami akan melakukan apa yang bisa kami lakukan untuk membantu mengakhiri peristiwa seperti ini. Kami meminta pada seluruh ketua komunitas gamer, organisasi hingga para gamer sendiri, untuk berkumpul memberikan penghormatan. Kami akan datang bukan sebagai gamer namun untuk sebagai manusia yang menginginkan perdamaian."
(lni/dbu)