Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Antivirus Microsoft Gagal Lulus Tes Blokir Virus

Antivirus Microsoft Gagal Lulus Tes Blokir Virus


- detikInet

Jakarta - Antivirus Microsoft yang siap dijalankan pada Vista, Windows Live OneCare, gagal menghalau seluruh serbuan virus dan malware ketika dilakukan pengujian.Program ini merupakan satu dari beberapa produk keamanan yang sedang dijajal oleh tim riset dari Virus Bulletin. Dari hasil tes didapatkan bahwa Live OneCare lebih banyak terbobol ketika diserbu virus dibandingkan dengan program lain yang juga diuji.Tes yang dilakukan Virus Bulletin ini menguji serangkaian aplikasi antivirus untuk menghalau berbagai program jahat termasuk bot dan worm yang biasa disebarkan via online, file yang terinfeksi, polymorphic dan virus makro.Ketika pengetesan, Live OneCare hanya berhasil menangkap 99,91 persen virus aktif yang disebarkan dengan menyisakan 37 program jahat lain. Sementara itu produk antivirus lain yang juga gagal lulus tes ini adalah G-Data AntivirusKit, McAfee VirusScan Enterprise 8.51 dan Norman Virus Control 5.90.Padahal untuk dapat lulus dari tes ini program-program tersebut harus dapat menghalau seratus persen serbuan dari seluruh program jahat yang dikirimkan.Dalam pernyataannya, Vice President of Operation McAfee Avert Labs, Joe Telafici berujar, ketika melakukan pengetesan Virus Bulletin tidak menggunakan VirusScan Enterprise dengan update terbaru."Saat ini kami masih bekerja sama dengan Virus Bulletin untuk mengatasi ketidakcocokan ini sehingga hasil tes terbaru dapat tersedia," ujarnya.Sementara itu, konsultan teknik dari Virus Bulletin, John Hawes menyatakan, Vista masih membutuhkan produk keamanan lain untuk terbebas dari ancaman virus."Meskipun sudah banyak pengembangan yang dilakukan Vista, namun mereka belum bebas dari program jahat tanpa bantuan produk keamanan lain," tukas Hawes, seperti dilansir BBC dan dikutip detikINET, Kamis (8/2/2007).Windows Live OneCare versi 1.5 diluncurkan bersamaan dengan Vista dan menggunakan 'mesin' pendeteksi yang sama dengan tool keamanan yang ter-bundle di Vista. Untuk dapat mengunakannya, pengguna harus membelinya dengan membayar biaya tambahan sebesar US$ 49,95 atau sekitar Rp 445 ribu (US$1 = Rp 9.086 Sumber: detik.com).Sebelumnya, salah satu vendor keamanan lain, Webroot, menyatakan bahwa Windows Defender mengalami kegagalan pemblokiran sebesar 84 persen dari sampel yang diberikan, termasuk 15 variasi spyware dan malware. (ash/dwn)







Hide Ads