Tawarkan Teknologi Jerman
Jenoptik Targetkan 10% Pasar Kamera Indonesia
- detikInet
Jakarta -
Untuk pertama kalinya, Jenoptik, produsen kamera digital asal Jerman memasuki pasar Indonesia. Sebagai pemain baru, mereka menargetkan meraih sepuluh persen pangsa pasar kamera digital Indonesia."Sementara ini, karena masih awal kita tidak berharap muluk-muluk, hanya sepuluh persen saja dulu," ujar Louis Soputan, Direktur Marketing PT Aneka Infokom Tekindo, selaku distributor resmi Jenoptik di Indonesia, saat acara peluncuran produk terbaru Jenoptik di Hotel Mulia, Jakarta (9/1/2007).Menurut pengamatannya, pasar kamera digital Indonesia dianggap masih sangat menjanjikan, dengan pertumbuhan penjualan pada tahun 2007 bisa mencapai 50 persen.Saat ini, peredaran kamera digital di Indonesia memang masih dikuasai oleh produk yang berasal dari Jepang dan Cina. Namun, dengan masih luasnya pasar yang bisa digarap membuat mereka yakin Jenoptik dengan teknologi Jerman-nya bisa diterima oleh pasar Indonesia.Jenoptik sendiri, saat ini berada di posisi enam besar di pasar Eropa, dan sekarang baru merambah ke pasar Asia sejak bermain di pasar kamera digital dari tahun 1998.Langsung Luncurkan 4 ProdukMasuknya Jenoptik di pasar Indonesia langsung diiringi dengan peluncuran empat produk terbaru mereka yaitu, JD5210C, JD7210C, JD7100S, dan JD7210S.Seperti dijelaskan oleh Louis, Keempat produk terbarunya ini lebih ditujukan untuk segmen menengah ke bawah dan bukan fotografer profesional, yang saat ini masih dikuasai oleh Nikon, Canon, dan Sony."Kita sadar masih pemain baru disini (pasar kamera digital-red), jadi merek ini belum terkenal, tapi dengan fitur dan harga yang ditawarkan kami berharap bisa diterima," tambah Louis.JD5210C ditawarkan dengan kamera ketajaman 5 megapixel sensor CCD, berdimensi 89x60,5x25x5 mm, memori internal 16 megabyte serta CD Card dan dibundel seharga Rp 1,1 juta.Sedangkan untuk tipe JD7210C, JD7100S, dan JD7210S dilengkapi dengan ketajaman 7 megapixel sensor CCD dan ditawarkan dengan harga masing-masing Rp 1,5 juta, Rp 1,7 juta, dan 1,9 juta di pasaran.Sekedar informasi, untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara pertama yang secara resmi merilis keempat produk ini, selanjutnya baru menyusul Singapura dan Thailand.
(ash/ash)