Microsoft Tak Mau Beri Diskon, India Pindah ke Linux
- detikInet
Jakarta -
Electronics Corporation of Tamil Nadu Ltd. (ELCOT), organisasi pemerintah yang memberikan pelayanan IT ke negara bagian selatan India Tamil Nadu, memutuskan untuk beralih ke software open source.ELCOT menyatakan proyeknya akan dikembangkan dengan piranti lunak open source termasuk Linux, dengan alasan lebih murah biayanya. "ELCOT memutuskan untuk memakai software open source karena biayanya jauh lebih murah dibanding memakai software proprietary dari Microsoft Corp. dan vendor lain," ujar C. Umashankar, direktur pelaksana ELCOT.Dikatakannya lagi, software open source memberikan kemudahan yang lebih baik dalam hal operasional dan keamanan. Perusahaan, menurut Umashankar, akan bermigrasi dari Microsoft untuk server dan desktop."Tugas saya adalah menghemat anggaran, dan software open source menyediakan hal itu," imbuhnya, seperti dikutip detikINET dari infoworld, Kamis (04/01/2007).Untuk diketahui saja, ELCOT sebenarnya telah melakukan negosiasi dengan Microsoft agar mau mendiskon Windows XP Home Edition menjadi 500 Rupee (US$ 11) atau sekitar Rp 98.000 (US$ 1 = Rp 8.958 Sumber: detikcom). "Namun Microsoft tidak bersedia memotong harga softwarenya," tutur Umashankar.Terkait hal ini, analis berpendapat, keputusan ELCOT untuk pindah ke open source bisa menyebabkan pemerintah negara bagian itu mengadopsi Linux mengingat Tamil Nadu merupakan negara bagian penting di India.ELCOT sendiri adalah agen procurement komputer dan software untuk pemerintah Nadu Tamil. ELCOT bahkan telah mengimplementasikan sejumlah aplikasi pemerintah negara bagian itu pada Linux, dan pastinya, menurut Umashankar, pemerintah mampu berhemat dengan open source.Tak hanya itu, Kerala -- negara bagian selatan India lainnya -- tahun lalu juga telah memutuskan untuk mempromosikan software gratisan dan open source di bidang pendidikan, namun tidak mewajibkannya."Pemerintah India memilih menghindari monopoli Microsoft, serta memberikan kesempatan yang sama bagi Linux dan Windows di sekolahan," kata M. A. Baby, salah satu menteri di pemerintah Komunis Kerala Agustus lalu.Pemerintah federal India bagaimanapun memilih bersikap netral dengan tidak memihak pada software proprietary ataupun open source.
(dwn/dwn)