Samsung Setop Kirim Produk ke Rusia

Samsung Setop Kirim Produk ke Rusia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 05 Mar 2022 16:36 WIB
The logo of Samsung Electronics is seen at its headquarters in Seoul, South Korea, July 4, 2016
Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
Jakarta -

Samsung akhirnya mengikuti langkah perusahaan teknologi lain yang menyetop penjualan produknya di Rusia, setelah negara tersebut menginvasi Ukraina.

Samsung kini menyetop pengiriman semua produknya ke Rusia, yang mereka lakukan melihat perkembangan kondisi geopolitis di Rusia. Mereka mengaku akan terus memantau situasi terbaru untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Karena perkembangan kondisi geopolitis saat ini, pengiriman ke Rusia sudah kami hentikan. Kami terus memantau situasi yang kompleks ini untuk menentukan langkah selanjutnya," tulis Samsung dalam keterangannya, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Sabtu (5/3/2022).

Produk yang disetop pengirimannya ke Rusia ini tak cuma ponsel, melainkan semua produk Samsung dari mulai chip untuk ponsel sampai berbagai produk consumer electronic. Ini seharusnya berdampak besar bagi Rusia, karena salah satu produsen elektronik terbesar di dunia menyetop pengiriman produknya ke Rusia.

Tak cuma itu, Samsung pun mendonasikan sejumlah uang untuk aksi kemanusiaan sebesar USD 6 juta, termasuk USD 1 juta dalam bentuk produk elektronik.

"Kami berdoa untuk semuanya yang terdampak dan prioritas kami adalah keamanan karyawan dan keluarganya. Kami berencana untuk mendukung aksi kemanusiaan secara aktif di negara ini, termasuk bantuan untuk pengungsi. Untuk ini kami menyumbang USD 6 juta, termasuk USD 1 juta dalam bentuk produk consumer electronic, juga donasi sukarela dari karyawan kami," jelas Samsung.

Samsung adalah perusahaan terbaru yang mengambil langkah terkait invasi Rusia ke Ukraina. Sebelumnya ada Apple, EA, Microsoft, dan pengembang game CD Projekt Red yang menyetop semua penjualannya di Rusia.

Lalu ada juga Google yang menyetop penjualan iklan di Rusia, Reddit yang memblokir semua tautan terkait media milik pemerintah Rusia, juga Facebook dan Twitter yang punya langkah sejenis untuk menghukum Rusia.

Namun Rusia juga punya perlawanan di ranah teknologi, mereka memperlambat akses ke Twitter dan memblokir akses ke Facebook.



Simak Video "Rusia Klaim Hancurkan Pasokan Senjata dari AS-Eropa di Lviv"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)