Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sebarkan Materi Linux
APKOMINDO Goes Open Source
Sebarkan Materi Linux

APKOMINDO Goes Open Source


- detikInet

Jakarta - Asosiasi Perusahaan Komputer Indonesia (Apkomindo) memiliki cita-cita besar, yaitu memperluas pengguna sistem operasi open source di Indonesia. Ini kaitannya pada daya beli masyarakat Indonesia yang dianggap belum cukup kuat. Hal tersebut disampaikan oleh Henkyanto Tjokroadhiguno, Ketua Umum APKOMINDO, kepada wartawan, Rabu (10/5/2006)."Kita sebagai pebisnis komputer memahami bahwa daya beli masyarakat belum terlalu kuat jika harus menggunakan sistem operasi proprietary ketika mereka membeli komputer atau notebook," ujarnya. "Salah satu solusinya adalah dengan memperkenalkan sistem operasi open source seperti Linux, langsung saat mereka membeli (komputer atau notebook)," tambahnya.Hal tersebut disampaikan oleh Henkyanto dalam acara peluncuran Open Source Movement (OSM) 2006, bertempat di Hotel Le Grandeur, Mangga Dua - Jakarta. Program OSM tersebut diharapkan dapat menjadi cikal-bakal dari gerakan sosialisasi open source yang lebih besar oleh APKOMINDO terhadap para konsumennya."Untuk pertama kalinya, kita telah mencetak sekitar 10 ribu keping CD Linux yang dapat dipakai langsung tanpa diinstal," ujar Ketua Panitia OSM Gomulia Oscar menambahkan. Cukup dengan memasukkan CD ke dalam CD-ROM, restrat komputer, booting melalui CD-ROM, maka komputer tersebut akan langsung menggunakan Linux," papar Oscar.Menurut Oscar, program OSM ini tidak melulu sekedar membuat distro dalam bentuk CD-ROM saja, tetapi juga dibarengi dengan pembuatan buku dan program pelatihan. "Untuk program pelatihannya, akan roadshow," ujar Oscar. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APKOMINDO di luar Jakarta juga akan turut berperan aktif.Distro Pazer LinuxUntuk inisiasi awal program OSM tersebut, Pazia, salah satu distributor Acer untuk produk notebook Aspire dan Ferrari, menjadi sponsornya. "Untuk itulah maka distro Linux tersebut akan diberi nama Pacer Linux," ujar Henkyanto menimpali. Henkyanto juga menyatakan bahwa untuk kedepannya diharapkan akan semakin banyak perusahaan atau distributor komputer, notebook, motherboard atau hardware lainnya yang turut berpartisipasi membuat distro Linux tersebut."Kita berharap tentu program ini ada keberlanjutan. Sehingga akan terus keluar versi-versi terbaru dari distro Linux, yang dikembangkan oleh APKOMINDO dengan sponsor dari para anggota kami," tambah Henkyanto. "Jadi nanti bisa saja akan ada distro Linux dengan branding masing-masing," ujarnya sembari menyebutkan salah satu merek notebook yang ada di pasaran.Penyusunan distro Pazer Linux dan distro lainnya oleh APKOMINDO, secara teknis dipercayakan kepada Dani Firmansyah. Dani yang saat ini lebih banyak menyibukkan diri sebagai konsultan sekuriti, acapkali dikenal sebagai "hacker KPU". Adapun bertindak sebagai pengarah teknisnya adalah Michael Sunggiardi, Ketua Bidang Pengembangan Teknologi APKOMINDO.Khusus untuk pelatihan Linux, tahap awalnya akan diselenggarakan sebanyak 50 kali di mal yang ada di Jakarta. "Selain itu akan diselenggarakan pula di 6 kota di luar Jakarta, yaitu Makassar, Surabaya, Semarang, Samarinda, Solo dan Jogjakarta."OSM pun akan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang ingin bergabung bersama dalam menyosialisasikan dan pelatihan open source. Salah satunya adalah dengan sekolah-sekolah," ujar Oscar. Ditambahkan pula oleh Oscar bahwa salah satu pihak yang telah menyatakan minatnya untuk bekerjasama adalah dari Gabungan Koperasi Indonesia.Prosentase PenggunaKetika ditanya oleh wartawan tentang prosentase jumlah notebook Acer berbasis open source yang terjual di Indonesia saat ini, Direktur Pazia Yuliasiane Sulistiyawati tak dapat memberikan angka pastinya. Menurutnya, hal tersebut lantaran distributor produk Acer tak hanya Pazia saja. "Sedangkan khusus untuk transaksi yang terjadi di Pazia, jumlah notebook yang terjual tanpa sistem operasi atau menggunakan sistem operasi open source jumlahnya mencapai 50 persen," ujar Yuliasiane.Ketika dikonfirmasi oleh detikINET, baik APKOMINDO atau Pazia ternyata belum melakukan penelitian lebih lanjut tentang tren pemilihan sistem operasi oleh para konsumen komputer dan notebook. Jadi prosentase pemilihan sistem operasi open source ketika para konsumen membeli komputer atau notebook, belum terbukti ada korelasinya dengan peningkatan penggunaan sistem operasi tersebut.Sebab, bisa jadi para konsumen membeli komputer atau notebook "kosongan" atau berisi Linux misalnya, dengan tujuan agar harga lebih murah karena tanpa dibebani harga sistem operasi proprietary yang terinstal di dalamnya. Dan setelah itu, tak menutup kemungkinan mereka akan menginstal sendiri sistem operasi dan aneka software proprietary yang tidak legal, alias bajakan.Kemungkinan di atas tak disangkal oleh Henkyanto. Menurutnya, memang itulah yang bisa saja terjadi, terkait dengan daya beli masyarakat Indonesia, dibandingkan dengan negara tetangga semisal Singapura. "Untuk itulah maka program OSM dari APKOMINDO ini ditujukan untuk menjembatani hal tersebut. Jadi masyarakat akan dapat memiliki pengetahuan dan kemampuan menggunakan sistem operasi dan aplikasi alternatif yang free dengan kualitas yang setara dengan produk proprietary," ujar Henkyanto menandaskan. (dbu)(Catatan Redaksi:Bagi pemberi komentar, mohon tidak mengisi kolom nama dengan kata/kalimat yang tak lazim sebagai nama orang. Nama samaran diperbolehkan. Penggisian nama dengan nama milik orang lain (public figure), alamat situs, merek, nama institusi tertentu dan/atau cenderung vulgar/ofensif/SARA, tidak diperkenankan.). (donnybu/)




Hide Ads