Fitur Keamanan Vista Tidak Userfriendly?
- detikInet
Jakarta -
Upaya Microsoft untuk menggulirkan sistem operasi terbarunya, Windows Vista, agaknya tersandung banyak masalah. Mulai dari ditunda karena alasan meningkatkan keamanan, kemudahan penggunaan, sampai ke fitur sistem keamanan yang sedang digarap Microsoft.Kesuksesan Vista untuk bisa masuk pasar OS (sistem operasi) bahkan diragukan, terlebih perihal fitur keamanannya. Perusahaan analis Yankee Group menilai, fitur keamanan Vista secara umum dianggap tidak userfriendly.Pernyataan ini keluar berdasarkan feedback yang diterimanya dari banyak pengguna yang telah menguji Vista beta. Dari feedback, Yankee menyimpulkan bahwa fitur keamanan Vista dianggap terlalu berbelit-belit bagi administrator dan pengguna.Terkait hal itu, Yankee menganjurkan agar pengguna tetap memakai Windows XP Service Pack 2 hingga 2008, jika pengguna yakin Vista akan menimbulkan masalah. Malah Yankee mengusulkan agar pengguna mempertimbangkan dual boot Mac milik Apple sebagai strategi pembendung.Dari feedback tersebut, para developer banyak yang komplain bahwa implementasi Vista terlalu luas. Menurut developer, beberapa dari standar keamanan Vista dinilai terlalu repetitif (berulang).Salah satu analis Yannke Group, Andy Jaquith, berpendapat bahwa fitur user account Vista adalah area yang sangat penting diperhatikan. Menurutnya, implementasi fitur tersebut terlalu bertele-tele. Hal ini bisa jadi bakal membuat pelanggan jengah. Bahkan perusahaan besar, mungkin akan berpikir berkali-kali untuk migrasi ke Vista.Microsoft disinyalir akan mengintegrasikan fitur anti-spyware dan firewall ke dalam Vista. Yankee berharap, peluncuran Vista tak akan mematikan industri antivirus, meski permintaan akan produk anti-spyware dan firewall kemungkinan akan turun signifikan. Demikian dilansir detikINET dari betanews, Rabu (10/5/2006). (dwn)(Catatan Redaksi:Bagi pemberi komentar, mohon tidak mengisi kolom nama dengan kata/kalimat yang tak lazim sebagai nama orang. Nama samaran diperbolehkan. Penggisian nama dengan nama milik orang lain (public figure), alamat situs, merek, nama institusi tertentu dan/atau cenderung vulgar/ofensif/SARA, tidak diperkenankan.).
(rouzni/)