Symantec Tantang Microsoft 'Berperang'
- detikInet
Jakarta -
Symantec singsingkan lengan bajunya untuk berperang melawan Microsoft. Raksasa software itu ditantang untuk adu inovasi terkait software keamanan yang sedang dikembangkan Microsoft. Akankah Microsoft bisa berinovasi lebih baik?Symantec akan memasok lebih banyak lagi resource di riset dan pengembangan (R&D) tahun depan. CEO Symantec, John Thompson, mengikrarkan hal ini kepada wartawan di konferensi Vision tahunan Symantec, seperti dilansir detikINET dari Cnet, Selasa (9/5/2006)."Strategi kami adalah 'menguras' seberapa banyak inovasi Microsoft. Pasalnya kami tahu banyak tentang keamanan ketimbang Microsoft," tandas Thompson. Dirinya juga menambahkan persaingan dengan Microsoft tidak bisa dielakkan begitu saja.Microsoft saat ini memang tengah berupaya mengembangkan produk keamanan untuk sistem operasi terbarunya, Windows Vista. Inilah yang mendesak Symantec untuk menantang raksasa software itu.Microsoft sedang mengembangkan Windows Live OneCare. Adalah sebuah layanan keamanan yang ditujukan untuk pelanggannya, yang dijadwalkan akan meluncur di Amerika Serikat Juni mendatang. Windows Live OneCare merupakan kombinasi dari antivirus, anti-spyware dan software firewall dengan fitur backup dan beberapa tools tune-up untuk PC Windows.Investasi di MarketingIni bukanlah kali pertamanya Symantec menantang Microsoft. Bulan lalu, Thompson juga pernah menantang Microsoft untuk menjadi penjual software antivirus dan tools keamanan lainnya. Di pasar keamanan, Thompson bahkan menjuluki Microsoft sebagai pemain yang telat masuk pasar."Kami akan memastikan bahwa kami mampu memanfaatkan kekuatan dari brand global kami. Symantec identik dengan produk keamanan, sedangkan Microsoft identik dengan banyak hal. Tapi keamanan bukan salah satu bagian dari mereka (Microsoft)," papar Thompson.Thompson menambahkan, Symantec berencana menghabiskan dana lebih di marketing. "Ini bukan berarti Microsoft akan menang di pasar keamanan," tutur Thompson lagi. Symantec, masih menurut Thompson, juga akan memasok lebih banyak resource untuk proteksi pelanggan dengan sistem Microsoft."Kami yakin, Windows butuh proteksi seperti yang lainnya," ujarnya.Ragu Bisa Diadopsi PasarMengenai produk keamanan, Andy Buss -- analis Canalys, perusahaan konsultan TI (teknologi informasi) yang berbasis di Inggris -- memperkirakan, tools keamanan yang dikembangkan Microsoft tampaknya akan sulit masuk pasar. Diperkirakan enterprise mungkin masih ragu-ragu apakah akan mengadopsi produk tersebut."Enterprise cenderung memilih teknologi yang sudah terbukti, lebih konservatif dan siap mengeluarkan uangnya untuk layanan itu," kata Buss. Microsoft, Buss menambahkan, tidak punya track record untuk menyediakan jajaran produk yang terintegrasi untuk enterprise. (dwn)Catatan Redaksi:Bagi pembaca yang ingin memberikan komentar berita, mohon dapat mengisi kolom nama (name) dengan isian yang benar. Mengisi kolom nama dengan sebuah kata/kalimat lain yang tak lazim untuk peruntukan sebuah nama orang, maka komentar tersebut tidak dapat kami tayangkan. Menggunakan nama samaran diperbolehkan. Penggunaan nama milik orang lain yang termasuk tokoh masyarakat (public figure) ataupun nama institusi tertentu, sama sekali tidak diperkenankan.
(rouzni/)