Krisis Chip Global dan Ancaman Harga HP Naik di Indonesia

Round up

Krisis Chip Global dan Ancaman Harga HP Naik di Indonesia

Tim - detikInet
Kamis, 14 Okt 2021 06:50 WIB
CHIBA, JAPAN - SEPTEMBER 20:  A booth attendant plays a video game on a smartphone during the Tokyo Game Show 2018 on September 20, 2018 in Chiba, Japan. The Tokyo Game Show is held from September 20 to 23, 2018.  (Photo by Tomohiro Ohsumi/Getty Images)
Ilustrasi smartphone. Foto: Tomohiro Ohsumi/Getty Images
Jakarta -

Kelangkaan atau krisis chip belum dapat diatasi sampai saat ini malah semakin berlarut-larut. Bahkan menurut penelitian terbaru, kelangkaan chip bisa menimbulkan gangguan lebih besar bagi para produsen HP dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dihimpun detikINET, Kamis (14/10/2021) masalah ini seperti diungkap dari Independent, bahwa jumlah smartphone total yang dikapalkan pada tahun depan diestimasi tumbuh hanya 6%, dari proyeksi semula sebanyak 9%.

Pada awalnya, industri elektronik termasuk HP disebut akan tumbuh kembali setelah pandemi Corona mulai dapat dikendalikan, di mana para vendor memesan komponen chip dalam jumlah besar sampai akhir tahun ini. Namun, mereka hanya menerima 80% komponen chip dari permintaan.

"Kelangkaan semikonduktor ini sepertinya berdampak pada semua merek di ekosistem. Samsung, Oppo, Xiaomi, semuanya terimbas dan kami menurunkan perkiraan (pengapalan)," ujar Tim Kash, direktur riset di Counterpoint Research.

Selain smartphone, industri lain yang terkena dampak berat dari krisis chip adalah konsol game. Pasokan PS5 misalnya, diprediksi masih tidak akan normal sampai tahun 2023. Peminat pun harus bersabar untuk menantikan harga PS5 bisa normal.

"Suplai chip ini akan tetap sangat kurang sampai setidaknya September tahun depan. Dalam beberapa kasus, beberapa konsumen mungkin tidak akan bisa dilayani secara penuh sampai tahun 2023," ujar Takeshi Kamebuchi, bos unit semikonduktor Toshiba.

Apa penyebabnya? Selain karena pandemi, kabar terbaru menyebut pemerintah China awalnya berusaha dengan ketat mengawasi penggunaan energi dalam rangka menekan emisi. Namun demikian, hal itu menyebabkan kelangkaan produksi silikon yang dibutuhkan untuk membuat chip komputer.

Kelangkaan bahan bakar menyebabkan produksi silikon itu terganggu. Sebabnya, beberapa pabrik besar dihentikan operasinya karena harga bahan bakar batu bara yang dianggap biang polusi semakin tinggi. China sudah mencanangkan bebas karbon di 2060, namun penerapannya menimbulkan kekacauan.

Terjadi pemangkasan produksi silikon di China secara drastis. Padahal elemen yang sebenarnya melimpah dari Bumi ini penting untuk memproduksi teknologi yang digunakan sehari-hari seperti smartphone, mobil dan laptop.

Silikon digunakan dalam membuat semikonduktor untuk chip HP dan smartphone serta kendaraan roda empat, sehingga mereka inilah yang paling terimbas. "Permintaan yang meningkat karena pandemi global dan krisis energi berarti kelangkaan silikon tak bisa dihindari," kata Profesor Komputer dari Northwester University, Seda Memik. Berikut tanggapan dari para vendor HP di Indonesia mengenai krisis chip ini.

Halaman selanjutnya: Dampak krisis chip di Indonesia dan ancaman harga HP naik...

Saksikan juga: Napak Tilas dan kesaksian Bocah Hilang di Gunung Guntur

[Gambas:Video 20detik]



Dampak krisis chip termasuk di Indonesia dan ancaman harga HP naik

Apple

Apple akhirnya terdampak juga oleh kelangkaan chip, setelah mereka disebut memangkas target produksi iPhone 13 akibat hal tersebut.

Mereka dikabarkan tak bisa mendapat pasokan chip yang mencukupi dari Broadcom dan Texas Instruments, dan kemudian memangkas rencana produksi iPhone 13 dari yang sebelumnya 90 juta unit sampai akhir 2021. Apple mengurangi produksi iPhone 13 sebanyak 10 juta unit, atau sekitar 11%, dari jumlah tersebut.

Xiaomi

Xiaomi secara resmi mengumumkan kenaikan harga beberapa ponselnya sebesar Rp 100 ribu, yaitu pada Redmi 9A, Redmi 9C, Redmi Note 10 5G, dan Poco M3 Pro 5G. Menurut Xiaomi, kenaikan harga ini terjadi karena kelangkaan komponen untuk memproduksi ponsel. Mereka mengaku tak bisa berkomentar mengenai pabrikan lain yang tidak atau belum menaikkan harga ponselnya.

"Kami tidak dapat berkomentar terkait vendor lain. Yang dapat kami sampaikan, hal ini merupakan upaya Xiaomi mewujudkan komitmen untuk menjaga margin tidak lebih dari 5% untuk perangkat keras," ujar Stephanie Sicilia, Head of PR Xiaomi Indonesia, saat dihubungi detikINET, Rabu (13/10).

Samsung

Dihubungi detikINET, Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan pihaknya menegaskan tidak menaikkan harga agar semakin banyak orang yang dapat menikmati manfaat inovasi yang dihadirkan di setiap HP Galaxy.

"Sejak diluncurkan, kami menjaga harga Galaxy A03s tetap di harga rekomendasi retail Rp 1.799.000, Galaxy A12 mulai dari Rp 2.399.000, dan Galaxy A22 Rp 2.999.000," ujar Irfan, Rabu (13/10).

Oppo

"Sampai saat ini kami belum ada rencana menaikkan harga. Malah ketika terjadi kelangkaan chipset kemarin, justru kami menjalin kesepahaman dengan produsen prosesor untuk menjaga rantai supply ke Oppo," terang Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia saat dihubungi detikINET, Rabu (13/10).

Sepengetahuan Aryo kelangkaan sekarang terjadi justru pada chip 4G. Imbasnya banyak vendor menempuh cara dengan mengadaptasi beberapa chip ponsel dari beberapa produsen yang memang tidak banyak digunakan oleh vendor ponsel, selain Qualcomm dan Mediate

Realme

Ketika dihubungi, pihak Realme menyatakan belum ada rencana untuk menaikkan banderol smartphone besutan mereka. Hal ini disampaikan oleh Palson Yi selaku Direktur Marketing Realme Indonesia.

"Perihal terkait kelangkaan chip, Realme hingga saat ini tidak mengalami hal tersebut. Realme tetap bisa mengakomodir chip untuk seluruh produk smartphone Realme, dengan cara mencari alternatif dari produsen chip lain terutama untuk seri entry-level," sebutnya kepada detikINET, Rabu (13/10).

(fyk/fay)