Krisis Chip Global dan Ancaman Harga HP Naik di Indonesia - Halaman 2

Round up

Krisis Chip Global dan Ancaman Harga HP Naik di Indonesia

Tim - detikInet
Kamis, 14 Okt 2021 06:50 WIB
CHIBA, JAPAN - SEPTEMBER 20:  A booth attendant plays a video game on a smartphone during the Tokyo Game Show 2018 on September 20, 2018 in Chiba, Japan. The Tokyo Game Show is held from September 20 to 23, 2018.  (Photo by Tomohiro Ohsumi/Getty Images)
Ilustrasi smartphone. Foto: Tomohiro Ohsumi/Getty Images

Dampak krisis chip termasuk di Indonesia dan ancaman harga HP naik

Apple

Apple akhirnya terdampak juga oleh kelangkaan chip, setelah mereka disebut memangkas target produksi iPhone 13 akibat hal tersebut.

Mereka dikabarkan tak bisa mendapat pasokan chip yang mencukupi dari Broadcom dan Texas Instruments, dan kemudian memangkas rencana produksi iPhone 13 dari yang sebelumnya 90 juta unit sampai akhir 2021. Apple mengurangi produksi iPhone 13 sebanyak 10 juta unit, atau sekitar 11%, dari jumlah tersebut.

Xiaomi

Xiaomi secara resmi mengumumkan kenaikan harga beberapa ponselnya sebesar Rp 100 ribu, yaitu pada Redmi 9A, Redmi 9C, Redmi Note 10 5G, dan Poco M3 Pro 5G. Menurut Xiaomi, kenaikan harga ini terjadi karena kelangkaan komponen untuk memproduksi ponsel. Mereka mengaku tak bisa berkomentar mengenai pabrikan lain yang tidak atau belum menaikkan harga ponselnya.

"Kami tidak dapat berkomentar terkait vendor lain. Yang dapat kami sampaikan, hal ini merupakan upaya Xiaomi mewujudkan komitmen untuk menjaga margin tidak lebih dari 5% untuk perangkat keras," ujar Stephanie Sicilia, Head of PR Xiaomi Indonesia, saat dihubungi detikINET, Rabu (13/10).

Samsung

Dihubungi detikINET, Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan pihaknya menegaskan tidak menaikkan harga agar semakin banyak orang yang dapat menikmati manfaat inovasi yang dihadirkan di setiap HP Galaxy.

"Sejak diluncurkan, kami menjaga harga Galaxy A03s tetap di harga rekomendasi retail Rp 1.799.000, Galaxy A12 mulai dari Rp 2.399.000, dan Galaxy A22 Rp 2.999.000," ujar Irfan, Rabu (13/10).

Oppo

"Sampai saat ini kami belum ada rencana menaikkan harga. Malah ketika terjadi kelangkaan chipset kemarin, justru kami menjalin kesepahaman dengan produsen prosesor untuk menjaga rantai supply ke Oppo," terang Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia saat dihubungi detikINET, Rabu (13/10).

Sepengetahuan Aryo kelangkaan sekarang terjadi justru pada chip 4G. Imbasnya banyak vendor menempuh cara dengan mengadaptasi beberapa chip ponsel dari beberapa produsen yang memang tidak banyak digunakan oleh vendor ponsel, selain Qualcomm dan Mediate

Realme

Ketika dihubungi, pihak Realme menyatakan belum ada rencana untuk menaikkan banderol smartphone besutan mereka. Hal ini disampaikan oleh Palson Yi selaku Direktur Marketing Realme Indonesia.

"Perihal terkait kelangkaan chip, Realme hingga saat ini tidak mengalami hal tersebut. Realme tetap bisa mengakomodir chip untuk seluruh produk smartphone Realme, dengan cara mencari alternatif dari produsen chip lain terutama untuk seri entry-level," sebutnya kepada detikINET, Rabu (13/10).

(fyk/fay)