Samsung Patenkan Layar Jam yang Dapat Diregangkan

Samsung Patenkan Layar Jam yang Dapat Diregangkan

Josina - detikInet
Selasa, 05 Okt 2021 17:45 WIB
A man walks behind a logo of Samsung Electronics at the companys headquarters in Seoul April 30, 2010.  REUTERS/Jo Yong-Hak/File Photo
Samsung Patenkan Layar Jam yang Dapat Diregangkan (Foto: Reuters)
Jakarta -

Samsung dikenal dengan produksi layarnya dengan teknologi OLEDnya untuk ponsel, tablet, TV hingga terbaru ponsel lipatnya. Namun kini Samsung ingin menerapkan jenis layar yang berbeda untuk salah satu perangkatnya di mana layar tersebut dapat diregangkan.

Dilansir detiKINET dari Ubergizmo, Selasa (5/10/2021) menurut paten yang ditemukan oleh Patently Apple, Samsung telah mengajukan paten layar pada jam tangan pintar yang dapat diregangkan hal ini berkaitan dengan aplikasi medis atau kesehatan.

Paten tersebut menjelaskan bagaimana layar tersebut dapat disematkan dengan biosensor yang dapat memantau berbagai jenis hal.

Paten tersebut menjelaskan berbagai situasi dan aplikasi seperti bagaimana tampilan dapat menyertakan sensor EGG, sensor EKG, sensor tekanan darah, dan masih banyak lagi. Ini juga menunjukkan bahwa itu mungkin memiliki antena RFID, sensor gerak, sensor regangan, dan sejenisnya. Sensor berbasis kulit bukanlah hal baru.

Di masa lalu para peneliti mencoba membuat perangkat yang dapat dikenakan untuk kulit yang dapat digunakan untuk penginderaan suhu, dan beberapa perusahaan mode bahkan telah membuat tambalan kulit di masa lalu yang dapat mengetahui apakah Anda telah terpapar terlalu banyak sinar UV.

Namun, paten Samsung berbeda karena mencakup tampilan yang dapat menawarkan lebih banyak detail secara sekilas.

Tidak ada kabar apakah Samsung berencana untuk membuat paten mereka menjadi kenyataan atau tidak, tetapi mengingat perusahaan memiliki perangkat yang dapat dikenakan sendiri, jadi mungkin kita dapat melihat beberapa jenis perangkat yang dapat dikenakan ultra-thin dari Samsung di masa depan.



Simak Video "Samsung: Kontribusi Ponsel 5G di Indonesia Sudah Capai 16%"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)