Survei: 70% Orang Ingin Beli Huawei Jika Pakai Google

Survei: 70% Orang Ingin Beli Huawei Jika Pakai Google

Josina - detikInet
Selasa, 14 Sep 2021 11:45 WIB
LAS VEGAS, NV - JANUARY 09:  The Huawei logo is display during CES 2018 at the Las Vegas Convention Center on January 9, 2018 in Las Vegas, Nevada. CES, the worlds largest annual consumer technology trade show, runs through January 12 and features about 3,900 exhibitors showing off their latest products and services to more than 170,000 attendees.  (Photo by David Becker/Getty Images)
Survei: 70% Orang Ingin Beli Huawei Jika Pakai Google (Foto: David Becker/Getty Images)
Jakarta -

Situs berita PhoneArena melakukan sebuah survei untuk mengetahui seberapa banyak orang bersedia memakai ponsel Huawei jika kembali memakai Google. Jawabannya mengejutkan.

Seperti diketahui, pada tahun 2019 merek ponsel Huawei masuk ke daftar hitam terkait perdagangan Amerika Serikat. Hasilnya Huawei tidak diizinkan untuk menggunakan layanan menggunakan Android dan Google Mobile Services (GMS) seperti Gmail, YouTube, dan Google Maps.

Ternyata hasil survei menunjukkan hampir 70% terhadap 9.952 responden mengatakan mau membeli ponsel Huawei jika ada layanan Google.

Sebanyak 14,47% mereka masih menggunakan smarpthone Huawei meski tak ada layanan Google. Angka ini dinilai solid di mana mereka masih simpati dengan Huawei dan setia dengan Google.

Hanya kurang dari 5% mereka tidak mau membeli Huawei meski sudah layanan Google dan sekitar 11% siap untuk mempertimbangkan kembali untuk membeli ponsel Huawei dengan harga jual yang terjangkau.

Sejak tak menggunakan layanan Google, Huawei pun memutuskan untuk membuat dan mengembangkan sistem operasinya sendiri yakni Harmony OS yang diluncurkan pada awal Juni 2021.

Bahkan OS pesaing Android ini dalam waktu singkat sejak tanggal peluncurannya sudah digunakan lebih dari 10 juta gadget. Jumlahnya kini sudah bertambah sekitar lebih dari 70 juta pengguna.

Tak hanya itu pengembang dari OS ini sudah mencapai lebih dari 4 jutaan yang terdaftar, angka-angka tersebut masih akan terus bertambah.

Huawei telah membangun HarmonyOS dengan integrasi lintas platform dan dukungan multi perangkat. Dengan kata lain, sistem operasi tersebut juga akan masuk ke sejumlah produk pintar, termasuk IoT (Internet of things) dan bahkan peralatan rumah pintar juga.



Simak Video "Huawei Boyong MateBook D14 dan D15 ke Indonesia, Apa Kelebihannya?"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)