Qualcomm Janjikan Audio Lossless Lewat Bluetooth

Qualcomm Janjikan Audio Lossless Lewat Bluetooth

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 03 Sep 2021 12:32 WIB
Apple Music Lossless
Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

Qualcomm merilis codec Bluetooth baru bernama aptX Lossless, yang merupakan bagian dari program Snapdragon Sound yang sebelumnya dirilis.

Lewat aptX Lossless, Qualcomm menjadikan audio dengan kualitas CD 16bit/44,1kHz, sering disebut lossless, lewat Bluetooth, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (3/9/2021).

Dengan begitu, layanan streaming audio yang menyediakan kualitas lossless, seperti Apple Music, Amazon Music HD, ataupun Tidal, bisa dinikmati layanannya secara nirkabel. Meski tentu tidak akan maksimal seperti menggunakan kabel.

Perangkat pertama dengan aptX Lossless diperkirakan akan tersedia pada awal 2022. Mengingat Snapdragon Sound sangat bergantung pada dukungan hardware, maka baik ponsel maupun earphone/headphone wireless yang dipakai harus sama-sama mendukung codec baru ini.

Namun jika sudah sama-sama mendukung aptX Lossless, maka Snadpragon Sound akan mendeteksi sumber audio dengan kualitas lossless secara otomatis, dan bisa memutar lagu dengan bitrate yang jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya, yaitu aptX HD.

Qualcomm mengklaim aptX Lossless bisa mengirimkan data yang lebih besar ketimbang LDAC milik Sony, yaitu 1Mbps berbanding 990kbps. Namun perlu diingat, audio yang dikirimkan lewat Bluetooth ini masih mengalami kompresi, karena bitrate dari CD biasanya masih lebih tinggi, yaitu 1,4Mbps.

Meski begitu Qualcomm mengaku melakukan kompresi lossless terbarunya ini untuk bisa mengirimkan -- secara matematis -- hasil reproduksi audio bit for bit.

Selain itu, tentu saja kualitas audio yang dikirimkan lewat Bluetooth ini tak akan konstan 1Mbps, melainkan berubah secara dinamis tergantung kondisi kepadatan jaringan nirkabel di sekitar pengguna, paling rendah 140kbps.

Dari pengalaman detikINET menggunakan aptX HD dan LDAC di berbagai perangkat dan di berbagai tempat, menjaga bitrate maksimal (990kbps di LDAC) secara terus-menerus terbilang sulit, terutama di daerah padat. Hal ini terjadi kemungkinan karena interferensi sinyal yang mengganggu koneksinya.



Simak Video "Miliarder Mukesh Ambani Gandeng Qualcomm Garap 5G di India"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)