Google Bayar Ongkos Rp 216 Triliun ke Apple Tahun Ini

Google Bayar Ongkos Rp 216 Triliun ke Apple Tahun Ini

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 27 Agu 2021 15:43 WIB
XIAN, CHINA - NOVEMBER 20: (CHINA OUT) An etiquette girl is reflected on a big screen at the Googles 2008 Xian winter marketing forum on November 20, 2008 in Xian of Shaanxi Province, China. Google has covered in China most of the commercial value of users, 88 percent of search products and user information in the use of Google. (Photo by China Photos/Getty Images)
Google Bayar Ongkos Rp 216 Triliun ke Apple Tahun Ini (Foto: GettyImages)
Jakarta -

Google diketahui setiap tahunnya membayarkan sejumlah uang ke Apple agar Google menjadi mesin pencari default di semua produk Apple.

Nah untuk tahun ini, Google diperkirakan akan membayar USD 15 miliar atau sekitar Rp 216 triliun ke Apple untuk keperluan tersebut, terutama menjaga kehadiran Google Search di iPhone.

Angka tersebut muncul dari laporan analis di Bernstein, yang menyebut pada 2020 lalu Google membayar USD 10 miliar ke Apple, dan tahun ini akan meningkat menjadi USD 15 miliar. Ini adalah peningkatan yang sangat signifikan dalam waktu singkat.

Dalam laporan tersebut dijelaskan kalau Google meningkatkan nilai ongkos itu untuk memastikan agar posisinya tidak direbut oleh Microsoft, yang bisa saja memberikan tawaran lebih tinggi.

Pasalnya Microsoft pun disebut tertarik untuk memperluas keberadaan Bing di berbagai platform, terutama iOS dan Android. Dan Apple pun pernah menggunakan Bing sebagai basis untuk pencarian Siri di iOS dan macOS, sebelum akhirnya mereka memutuskan memakai Google agar pengalaman pencariannya lebih konsisten.

Sementara pada 2022 mendatang Google diperkirakan akan meningkatkan setoran ke Apple itu menjadi USD 18 miliar atau bahkan mencapai USD 20 miliar, yang semakin menunjukkan bahwa ekosistem Apple sangat berharga untuk penyedia mesin pencari.

Apple sendiri pernah dikabarkan menyiapkan rencana cadangan jika perjanjian dengan Google ini batal. Yaitu dengan membuat mesin pencarinya sendiri. Namun untuk saat ini tampaknya Apple dan Google masih akur dan Apple tak perlu membuat mesin pencariannya sendiri.

USD 15 miliar memang adalah angka yang sangat besar, bahkan bagi Alphabet -- induk Google --. Jika dibandingkan dengan pemasukan perkuartal Alphabet, misalnya pada Q1 2021, jumlah tersebut hampir sepertiga dari pemasukannya. Pada Q1 2021 mereka mencatatkan pemasukan USD 55,3 miliar, dengan profit sebesar USD 17,9 miliar.



Simak Video "Refleksi Google di Ulang Tahun ke-23"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)