Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Toshiba Luncurkan HD DVD Player Pertama

Toshiba Luncurkan HD DVD Player Pertama


- detikInet

Jakarta - Setelah sempat tertunda dua kali, Toshiba akhirnya mulai menggelar DVD Player high-definition miliknya di Jepang. Debut ini tentu saja menjadikan Toshiba sebagai perusahaan pertama yang menawarkan disc player optik generasi berikutnya ke seluruh dunia.Konglomerat elektronik kedua terbesar di Jepang itu mengatakan pemutar HD DVD anyar, yang akan diadu dengan teknologi Blu-ray Sony, akan dibandrol dengan harga sekitar 110.000 yen (1 yen = Rp 76,52 Sumber: detik.com) di Jepang. Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat, Sony bermaksud menawarkan pemutar berbasis Blu-ray dengan bandrol US$ 1.000 (US$ 1 = Rp 9.043 Sumber: detik.com) Juli mendatang. Toshiba berharap pemutar tersebut bisa menjadi penyemangat baru di pasar video rumahan."Mengapa kami menghadirkan pemutar disk optik tersebut sekarang? Karena banyaknya permintaan konsumen, agar televisi high-definition bisa menyebar dengan cepat," ujar Yoshihide Fujii, Toshiba Corporate Senior Vice President.Peluncuran HD DVD Player di Jepang akan diikuti oleh debut HD DVD Player di Amerika Serikat April mendatang. Toshiba sedianya akan menawarkan dua model HD DVD player di Amerika Serikat, yakni HD-XA1 dan HD-A1, masing-masing dengan bandrol US$ 799 dan US$ 499.Toshiba juga mengatakan akan bermaksud menjual 600.000-700.000 pemutar baru secara global pada tahun fiskalnya yang berakhir Maret 2007. Selain itu, Toshiba juga akan meluncurkan PC yang dipersenjatai dengan HD DVD menjelang periode April-Juni.Jika kita menengok ke belakang, format DVD masa depan yang terbagi dalam dua kubu -- Blu-Ray dan HD DVD -- menghadapkan konsumen pada pilihan yang membingungkan. Perbedaan format DVD ini seperti mengulang kembali sejarah pada 25 tahun yang lalu, ketika muncul perbedaan format video antara VHS dan Betamax.Inti dari kedua format DVD adalah blue laser. Disinyalir, blue laser memiliki jarak gelombang yang lebih pendek daripada red laser yang dipakai DVD saat ini. Hal ini memungkinkan disk menyimpan data lebih banyak, terutama untuk film dan televisi high-definition.Hollywood, yang merupakan ikon industri film dunia, juga terbelah dalam dua format itu. Beberapa studio film memutuskan untuk merekam film hasil produksinya dalam format Blu-Ray, dan sebagian lain di format HD DVD. Demikian halnya dengan pelaku industri komputer."Blu-ray (disk) sering disebut-sebut memiliki kapasitas penyimpanan yang besar, sedangkan HD (DVD disc) harganya murah. Tetapi HD DVD tidak ketinggalan dengan Blu-ray dalam hal kapasitas," tandas Fujii."Memproduksi disk multilayer lebih mudah bagi HD DVD," tukas Fujii lagi. Demikian diberitakan Cnet dan dikutip detikINET Senin (3/4/2006). (dwn) (ien/)







Hide Ads