Mengenal Chrome OS yang Dipakai di Laptop untuk Pelajar

Mengenal Chrome OS yang Dipakai di Laptop untuk Pelajar

Tim - detikInet
Sabtu, 31 Jul 2021 12:00 WIB
Logo Chromebook
Mengenal Chrome OS yang Dipakai di Laptop untuk Pelajar Foto: PCWorld
Jakarta -

Pemerintah mengumumkan program pengadaan 240 ribu laptop untuk pelajar dengan alokasi dana Rp 2,4 triliun. Laptop-laptop ini nantinya berupa Chromebook yang menjalankan sistem operasi Chrome OS.

Nama Chrome OS memang belum setenar Windows atau MacOS di Indonesia. Tapi bukan berarti Chrome OS tidak memiliki keunggulannya tersendiri.

Chrome OS adalah sistem operasi yang dimiliki dan dikembangkan oleh Google. Sistem operasi ini berbasis Linux dan open source, artinya bisa dipakai dengan gratis.

Salah satu keunggulan Chrome OS adalah cara pengoperasiannya yang sederhana dan mudah. Saat pertama kali diluncurkan, pengguna Chrome OS hanya bisa mengakses aplikasi dan game lewat browser Chrome. Tapi kini fitur-fitur Chrome OS semakin diperkaya.

Sama seperti ponsel Android, perangkat Chrome OS bisa mengakses aplikasi dan game yang ada di Google Play Store. Tapi ini hanya terbatas untuk perangkat yang dirilis setelah tahun 2017, seperti dikutip dari Android Authority, Sabtu (31/7/2021).

Tapi perlu dicatat bahwa tidak semua aplikasi dan game di Play Store sudah optimized untuk Chrome OS. Jadi ada aplikasi dan game yang hanya bisa diakses dengan layar vertikal seperti di ponsel. Beberapa Chromebook anyar juga bisa menjalankan aplikasi dan game berbasis Linux.

Karena laptop yang dibagikan oleh pemerintah ini ditujukan untuk pelajar, maka salah satu hal yang esensial adalah software produktivitas seperti Microsoft Office. Sayangnya, Chrome OS tidak bisa menjalankan software Windows atau Mac OS, termasuk Microsoft Office.

Tapi jangan khawatir karena Microsoft menyediakan aplikasi Office versi mobile yang bisa diunduh di Play Store. Selain itu ada juga versi webnya yang bisa diakses lewat browser. Tapi kalau ingin mengakses aplikasi Windows lainnya, seperti Adobe Photoshop, harus menggunakan VMWare.

Saat awal diluncurkan, perangkat Chrome OS membutuhkan koneksi internet bahkan untuk melakukan task sederhana seperti mengedit dokumen. Untungnya saat ini Google sudah meningkatkan kemampuan offline di Chrome OS dan banyak aplikasi populer seperti YouTube, Netflix dan Spotify memiliki opsi offline.

Chrome OS juga dirancang sebagai sistem operasi berbasis cloud. Jadi semua file bisa disimpan di Drive, dokumen bisa dibuat di Docs, dan foto bisa disimpan di Photos. Karena semuanya bisa disimpan di cloud, kapasitas storage-nya pun tidak besar-besar amat.

Perangkat yang menjalankan Chrome OS biasanya memiliki spesifikasi yang rendah karena sifat sistem operasi ini yang sederhana dan tidak kaya fitur seperti Windows atau Mac OS. Kebanyakan Chromebook biasanya menggunakan prosesor Intel Celeron, RAM 4GB dan storage hingga 64GB.

Karena spesifikasi yang rendah dan sistem operasi yang gratis, harga Chromebook pun cukup terjangkau. Tapi belakangan ini sudah ada banyak Chromebook premium dengan spesifikasi dan harga yang lebih tinggi.



Simak Video "Sederet Vendor Lokal Digaet Google untuk Produksi Laptop Chromebook"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)