Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gamers Emoh Diajak Politis?

Gamers Emoh Diajak Politis?


- detikInet

Jakarta - Kelompok industri game mengajak pemain game di AS untuk lebih aktif secara politik. Namun kalangan game menyambut dengan dingin. Entertainment Software Association (ESA), perwakilan produsen game Amerika Serikat (AS), menghendaki pemain game turut serta dalam Pemilu dan melakukan lobi-lobi politis. Untuk itu ESA membentuk Video Game Voters Network (videogamevoters.org). Meski menuai pujian, langkah tersebut agaknya disambut dingin oleh gamers. "Mungkin sifat dari hobi kita ini menghasilkan warga yang malas dan inaktif secara politis?" tulis Vladimir Cole di blog Joystiq yang dikutip detikINET dari BBC, Jumat (17/03/2006). "Kelemahan terbesar game bisa jadi adalah, mereka yang menggemarinya adalah yang kurang tahu soal isu-isu politis penting karena keterlibatan di dunia virtual berbanding terbalik dengan keterlibatan di dunia nyata?" Cole melanjutkan. Di sisi lain, masih di blog Joystiq, seorang dengan nama Probot justru mengajak gamers melakukan aktivitas politik yang berbeda. "Masalah kebebasan berbicara sudah kita menangkan. Fokusnya sekarang adalah pada dampak game, apakah menyebabkan agresi dan apakah agresi itu berbahaya," tulis Probot. Video Game Voters Network didirikan sebagai langkah tandingan upaya beberapa politisi senior di AS. Beberapa politisi memang sedang mengupayakan pembatasan distribusi game tertentu.Mereka adalah politisi seperti Hillary Clinton, Joseph Lieberman, dan Senator Evan Bayh. Saat ini ketiganya pun berada di balik penelitian terhadap game dan dampaknya. Apa yang diinginkan ketiga politisi itu adalah pembatasan penjualan game tertentu pada anak-anak. Game yang dimaksud 'terlarang' adalah yang mengandung kekerasan, kecenderungan seksual, atau pornografi. Namun hal itu dianggap bisa berlanjut pada pembatasan kebebasan berekspresi. Terutama karena belum jelas apa batasan 'terlarang' yang dimaksud. (wsh) (ketepi/)




Hide Ads